Ternyata, orang yang mencengkeram pergelangan tangannya adalah Bi Asri.Aluna langsung mengembuskan napas lega. Setidaknya orang di hadapannya bukanlah orang yang paling ingin dia hindari."Eh, Bi Asri. Bikin kaget aja," kata Aluna sambil mengusap dadanya."Hehe, maaf, Non." Bi Asri tersenyum kecil. "Saya mau mengantarkan ini. Disuruh Tuan."Wanita itu kemudian menyodorkan sebuah kotak makan kepada Aluna.Aluna menerimanya dengan bingung. "Ini apa, Bi?""Tuan bilang Non belum makan. Jadi, makanan Non sengaja dipisahkan dan Tuan menyuruh saya mengantarkannya ke kamar," jelas Bi Asri.Aluna terdiam sejenak. Ternyata Tuan Henry menyadarinya.Tadi dia memang hanya memakan puding. Bukan karena tidak lapar, tetapi karena Galandra terus mengganggunya dengan menyodorkan udang."Terima kasih banyak, ya, Bi. Aku memang sedikit lapar, hehe." Aluna menatap kotak makan di tangannya, lalu tersenyum haru."Dimakan dulu, Non. Kalau butuh sesuatu, tinggal panggil saya." Bi Asri tertawa kecil. Tanganny
Última actualización : 2026-09-20 Leer más