"Ada urusan lain yang perlu kuselesaikan di luar kota. Sekalian aku akan mengajak Acit menemaniku, siapa tahu ingatannya akan pulih meski sedikit," jawab Tuan Henry.Aluna yang sedang meraih gelas hampir saja tersedak mendengar jawaban itu. Dia buru-buru menunduk, menyembunyikan ekspresi terkejutnya."Wah, Papa pintar juga mencari alasan," batinnya."Oh, begitu." Nyonya Livia mengangguk kecil, lalu menoleh kepada Aluna. "Kalau begitu, jangan lupa makan dengan teratur ya, Sayang. Kalau sudah selesai, kalian langsung pulang. Mama tidak mau kamu kelelahan.""Iya, Ma. Tenang saja." Aluna menganggukkan kepalanya dengan mantap. "Jangan lupa kabari Mama kalau ada apa-apa," pinta wanita itu.Aluna mengangguk patuh. "Iya, Ma!"Percakapan itu berlanjut dengan obrolan ringan hingga mereka selesai sarapan. Setelah berpamitan kepada Nyonya Livia, Aluna mengikuti Tuan Henry menuju mobil sambil membawa tas kecil yang sudah disiapkannya sejak pagi.Begitu pintu mobil tertutup, gadis itu langsung me
Última actualización : 2026-10-14 Leer más