"Halo Om, Tante, aku Yolanda. Maaf aku terlambat."Brian dan Yolanda masuk dari pintu.Mereka membawa banyak tas berisi hadiah, dan karena datang pada saat-saat ini, pasti ada yang baru saja mengabari mereka.Brian meletakkan hadiah-hadiah itu. Pandangannya melintas kepada Shayla, lalu beralih kepada Henry dan Susan."Ayah, Ibu, departemen R&D sedang mengembangkan produk baru. Yola kerja lembur terus, jadi baru pulang. Hadiah ini sudah dia siapkan sebelumnya."Henry menyambut dengan senyum ramah. "Oh, Yola sudah datang. Ayo duduk sini, makan bersama Brian."Saat Shayla datang, Henry tidak mengucapkan sepatah kata pun, bahkan tidak memperhatikan Shayla sama sekali.Namun, sikap Henry berubah total dengan kedatangan Yolanda. Raut wajahnya yang semula kaku pun mulai melunak.Shayla sedikit terkejut.Ayah mertuanya ini, yang dulunya menjabat sebagai manajer, selalu berwajah tegas kepada siapa pun. Bahkan saat Shayla pertama kali datang ke rumah, dia hanya mengangguk singkat dan tidak berbi
Read more