“Maaf ya, Bib. Gara-gara aku kamu jadi terlibat gini,” ucap Nayna sungkan.Habib tersenyum hangat. “Nggak apa-apa, Nay. Sudahlah, nggak perlu dibahas,” jawabnya ringan.Pria itu tampaknya sama sekali tidak merasa keberatan meskipun Rizan telah memfitnah mereka dan meneriakkan namanya di depan banyak orang. Justru, sejak melihat sikap Rizan yang bahkan berani bersikap kasar kepada Nayna, kekhawatiran Habib terhadap wanita itu semakin besar.“Aku mau kembalikan mobil mereka,” ujar Nayna. “Nggak nyaman makainya meskipun udah dikasih.” Ia mengembuskan napas panjang, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangan. “Malas sekali rasanya harus berurusan sama Rizan. Padahal aku sudah berusaha supaya kami pisah secara baik-baik, tapi dia malah masih begitu.”Habib mengangguk pelan. “Sabar, ya, Nay. Aku rasa orang seperti Rizan akan terus berbuat sesuka hatinya, walaupun kamu sudah berusaha baik sama dia. Jadi, mau bagaimana pun, memang dia seperti itu.” Ia terdiam sesaat sebelum melanjutkan. “Dan
Última atualização : 2026-09-08 Ler mais