FAZER LOGINDi mata orang lain, Ahmad Fahrizan adalah sosok suami yang sempurna. Namun, hanya Nayna Banafsha yang tahu bagaimana wajah asli laki-laki itu di balik pintu rumah. Bertahun-tahun Nayna bertahan dalam pernikahannya, hingga akhirnya ia memilih menyerah dan meninggalkan semuanya. Nayna pikir, menjadi janda adalah akhir dari segala penderitaannya. Ternyata, ia salah. Status baru itu justru menjadi awal dari petaka yang sesungguhnya, terlebih ketika ia harus hidup di tengah lingkungan yang memandang seorang janda dengan sebelah mata.
Ver mais“Nanti kita ke tempat Ummi, ya,” ajak Rizan.Nayna yang semula hendak pergi langsung menoleh. “Mau ngapain?”“Saya nanti ada kerjaan di luar kota. Kamu di tempat Ummi aja, ya, Nay. Biar kamu tak kesepian.”Mendengar penjelasan itu, wajah Nayna seketika berubah murung. Ia menghela napas kasar, lalu memilih pergi tanpa menjawab.Rizan bangkit dari duduknya dan menyusul Nayna yang berjalan menuju halaman belakang.“Kenapa sih, Nay? Kamu tak suka ke rumah Ummi?”“Bukan gak suka, Mas. Aku cuma malas. Nanti ketemu sama Mbakmu, terus ditanya-tanya lagi.”“Ya, kamu kalau ditanya tinggal jawab.”Nayna berdecak kesal. Ia menghentikan langkah, lalu menatap Rizan.“Mereka itu gak suka aku, Mas.”“Kenapa bilang begitu sih, Nay? Jangan berprasangka buruklah sama dia. Dia itu baik.”“Yang bilang Mbak Farah jahat siapa?”“Ya, kamu. Kenapa tak mau ketemu Mbakku? Wajarlah kita ditanya, karena mereka keluarga kita.”Nayna hanya diam mendengar jawaban Rizan. Tatapannya beralih ke halaman belakang, seolah
Nayna memandangi Rizan yang tengah menyantap sarapan di hadapannya. Sudah tiga hari berlalu sejak ia mendengar suara seorang perempuan yang menelepon Rizan melalui kontak bernama Abdul. Selama tiga hari itu pula, pikirannya tak pernah benar-benar tenang.Siapa perempuan itu? Kalau memang hanya teman seperti yang Mas Rizan bilang, kenapa dia memanggil Mas Rizan dengan panggilan sayang?Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.Nayna menghela napas panjang. Tangannya terangkat memegang pelipis, lalu memijatnya perlahan. Rasa pusing tiba-tiba menyerang kepalanya."Kenapa, Nay?"Suara Rizan membuat Nayna tersentak kecil.Pria itu segera meletakkan sendoknya. Raut wajahnya berubah khawatir saat melihat Nayna memijat kepalanya."Nay? Kamu sakit?"Nayna menggeleng pelan, "Gak kok, Mas. Cuma sedikit pusing."Rizan langsung beranjak dari tempat duduknya. Ia berpindah ke kursi di samping Nayna, kemudian tangannya terulur menyentuh wajah istrinya dengan lembut."Kita ke dokter, ya?""Mas kan m
"Jaga kesehatannya, Zan. Jangan terlalu dipaksakan kalau kerja tuh."Pesan Nadif itu membuat Rizan tertawa kecil."Iya Bang, aman tuh. Ya sudah kami pamit dulu ya, Bang." Ia lalu menoleh pada Nasrul, "Yah, pamit dulu.""Iya, Nak. Hati-hati."Rizan menggenggam tangan Nayna, lalu menariknya pelan untuk ikut berjalan menuju mobil.Dengan langkah yang berat Nayna mengikuti Rizan. Sebelum masuk ke dalam mobil, Nayna kembali menoleh ke belakang, melihat ayahnya yang memandangnya.Wajah Nasrul memang tersenyum, tetapi entah mengapa, Nayna merasa ada kesedihan yang disembunyikan pria tua itu."Ayo masuk, Nay." Ucap Rizan.Nayna menghela napas dengan berat lalu masuk ke dalam mobil. Dari balik kaca mobil ia masih memandangi Nasrul. Dalam hati, ia masih ingin menghabiskan waktu bersama ayahnya itu.Rizan melajukan mobil meninggalkan halaman rumah Nayna. Pria itu terlihat fokus menyetir tanpa memerhatikan Nayna. Sementara Nayna memandangi rumahnya dari balik jendela mobil hingga benar-benar hila
Nayna duduk di kursi bus yang berada tepat di dekat jendela. Pandangannya tertuju pada pemandangan jalanan yang mereka lewati. Raganya memang berada di sana. Namun pikirannya masih berada di rumah suaminya. Tatapan Nayna lalu beralih pada tangannya. Melirik jari manisnya yang masih melingkar cincin pernikahan mereka. Cincin berlian yang begitu indah, seperti indahnya saat pertama mereka menikah.Dahulu, Rizan adalah suami yang baik dan sangat menyayanginya. Meskipun pernikahan mereka berawal dari perjodohan, bagi Nayna, sejak Rizan sah menjadi suaminya, ia merasa dirinya benar-benar telah jatuh cinta pada pria itu. Mereka begitu bahagia di awal pernikahan, dan kebahagiaan mereka bertambah seiring hadirnya buah hati di rahim Nayna. Namun, kebahagiaan itu hanya berlangsung sebentar. Nayna mengalami keguguran. Sejak saat itu, sesuatu dalam diri Rizan perlahan berubah.Sering berkata kasar dan terus menghina Nayna, bahkan tanpa segan akan memukulinya. Seolah setiap kali Nayna melakukan k












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.