"Ros, kamu yakin akan pergi dari kota ini cuma gara-gara Nicholas?" tanya Joana, memecah keheningan. Rosalin tidak langsung menjawab. Ia memasukkan kemeja terakhirnya lantas menutup koper rapat-rapat. Gerakan Rosalin seakan menjadi sebuah penegasan bahwa ia telah menutup lembaran hidup yang lama. "Percayalah, kamu bisa mendapatkan calon suami yang lebih ganteng, lebih kaya, dan lebih muda," lanjut Joana, mencoba mencairkan suasana. "Pria yang dewasa saja tukang selingkuh, apalagi yang masih muda," balas Rosalin tanpa minat. Joana mendengus, setengah tertawa setengah gemas. "Jangan begitu. Siapa tahu jodohmu nanti berondong." Rosalin memilih untuk tidak menanggap lelucon konyol dari rekan kerja sekaligus sepupunya itu. Ia tahu Joana hanya mencoba menghibur hatinya yang sedang hancur oleh pengkhianatan. "Aku pergi bukan karena Nicholas," imbuh Rosalin kemudian. "Aku ingin mengambil kesempatan untuk meningkatkan karier dengan menjadi kepala marketing di kantor cabang." Mendengar
Última actualización : 2026-09-06 Leer más