Kaitlyn bersandar dalam pelukan Matthew sambil tersenyum, seolah menghiburku.“Kami cuma lagi main-main. Kamu nggak akan cemburu, kan?”Matthew juga mengusap rambut Kaitlyn.“Sudahlah, nggak usah pedulikan dia, dari kecil dia memang nggak bisa diajak bercanda.”Pada malam terakhir, mereka mendapatkan kartu gaun pengantin yang sama.Aturannya, kedua orang itu harus mengadakan pernikahan dadakan.Kaitlyn mengenakan gaun pengantin yang kubawa.Matthew melepas cincin pertunanganku, lalu memasangkannya ke jari manis Kaitlyn.Semua teman kami mengelilingi mereka sambil berseru,“Cium, dong!”Detik berikutnya, Matthew benar-benar menunduk dan menciumnya.Saat semua orang sedang merayakan, aku membuka kotak misteri yang berisi kartu-kartu itu.Kotak yang menjadi bagianku berisi kartu-kartu kosong.Sementara kotak milik Matthew dan Kaitlyn dipenuhi kartu bergambar bulan, mawar, dan gaun pengantin yang sama.Ternyata, bukan karena aku yang kurang beruntung.Permainan ini memang sejak awal disiap
Magbasa pa