“Ada masalah? Kau melamun terus selama meeting tadi.” Elara mengalihkan pandangan dari laptop, ke arah sang kakak, Alexander Ainsley yang masuk ruangannya. Tatapan pria itu tampak menelisik seolah berusaha membaca ekspresi Elara, namun gagal. Beruntung Elara dapat menormalkan wajahnya. “Tidak, hanya sedikit pusing,” jawab Elara singkat. Ia beranjak ke sofa, berhadapan dengan sang kakak. Meraih segelas kopi yang Alex sodorkan. “Thank you.” Alex menanggapi dengan anggukan singkat sebelum menyandarkan diri ke punggung sofa. Keduanya saling diam sejenak, hanya menyeruput kopi masing-masing sambil sesekali memejamkan mata karena lelah. Ini sudah mendekati jam pulang kantor, tapi pekerjaan keduanya belum juga beres. “El, aku akan bertanya sekali lagi padamu. Jawab jujur, please.” Ucapan singkat Alexander membuat Elara sedikit cemas. Dengan nada suara yang serius seperti itu, pasti Alex ingin bertanya hal sensitif yang Elara curigai adalah tentang hubungan rumah tangganya. Alex pria yan
Huling Na-update : 2026-09-27 Magbasa pa