Aku tidak mengatakan apa-apa. Ada sedikit rasa getir di dalam hatiku.Semua yang mati-matian diusahakan Trisya untuk mendapatkannya, pada akhirnya tetap berakhir sia-sia.“Sekarang aku baru mengerti kenapa dulu kamu begitu keras mau meninggalkanku.”Devin menatapku. Tatapannya dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan.“Aku yang terlalu bodoh dan terlalu buta. Aku malah mengabaikan orang yang paling berharga di sisiku.”“Semua sudah berlalu,” ucapku dengan tenang. “Sekarang membicarakan semua itu juga sudah nggak ada gunanya.”“Aku tahu.”Devin mengangguk. Ada sedikit rasa kecewa dalam suaranya.“Aku datang kali ini bukan untuk mengganggu hidupmu. Aku cuma mau kasih tahu kamu kalau aku sudah memutuskan hubungan dengan Keluarga Tanansa. Aku sudah lepaskan hak warisku atas perusahaan dan menyerahkan seluruh hartaku. Aku cuma ingin menjalani hidup sebagai orang biasa.”Aku menatapnya dengan sedikit terkejut.“Kenapa kamu melakukan semua itu?”“Karena aku mau memulai hidup yang baru .”Devin m
Leer más