Anin menepati janjinya. Setelah malam itu, setiap tengah malam dia selalu datang ke kamar Arka sambil membawa jatah makan malamnya. Dia selalu membawa menu yang berbeda. Berharap Arka bangun dan bisa makan dengan baik.Namun, sayang, sudah tiga malam Arka tidak pernah bangun lagi. Anin hanya bertemu dan berbicara dengannya saat memberikan makan malam berupa bubur beracun yang sudah dicampurkan obat oleh Alaric.Rasanya sedih, dia tidak ingin selalu seperti ini, tapi mau bagaimana lagi. Membantah ucapan Alaric sama saja seperti menggali lubang untuk kuburnya sendiri.“Bu, Ibu gak apa-apa kalau Anin tinggal kan. Ini udah sore, Anin harus ke rumah mereka lagi.” Anin menatap ibunya dengan pandangan sendu. Dia masih duduk di kursi samping ranjang ibunya.“Ibu gak apa-apa, nak. Kan sudah ada Wulan yang jaga ibu.”Anin menoleh ke arah Wulan yang baru keluar. Sepupunya yang baru lulus SMA. Dan dia minta untuk menjaga ibunya setiap waktu.“Anin sebenarnya sedih, Bu. Anin pengen banget meneman
Last Updated : 2026-09-25 Read more