Lilian mengangkat wajahnya, menatap curiga pada orang yang berjalan masuk. Dalam cahaya senter yang datang, dia akhirnya mengenali pria itu."Kakak?" Suara Lilian terdengar serak.Dia bangkit dari duduknya dengan tertatih dan merasakan kesemutan di kakinya. Langkahnya sempoyongan saat menyongsong kedatangan Alexander.Lilian ingin bergegas menyerbu ke pelukan kakaknya, tapi langkah Alexander lebih cepat. Dia menangkap tubuh gadis itu yang hampir saja terjatuh."Kakak, kenapa lama sekali? Di sini sangat gelap dan petirnya juga menakutkan." Lilian terisak. Badannya berguncang dalam tangis.Alexander merasa tubuhnya tegang sesaat. "Maaf, aku benar-benar lupa."Udara dingin dari luar menerobos masuk. Tapi Alexander malah merasa terbakar.Hujan di luar masih turun dengan derasnya. Sebuah petir menyambar melintasi langit.Tubuh Lilian tersentak. Pelukannya terasa makin kuat. Tubuhnya menggigil dalam dingin dan ketakutan.Di balik punggung Lilian, mata Alexander memerah. Tubuh Lilian teras
Terakhir Diperbarui : 2026-09-25 Baca selengkapnya