Ruang makan sunyi senyap.Ponsel Alexander masih menyala di tengah meja. Video CCTV jam 04.30 pagi memutar ulang dengan jelas: Olivia membuka laci kamarku, Selena mengawasi pintu, lalu kalung berlian itu masuk ke dalam tas Hermes merah milik Olivia.Bukti telak.Wajah Olivia pucat pasi. Bibir merahnya yang tebal bergetar hebat. Selena menunduk, bahunya berguncang pura-pura menangis, tapi kali ini tidak ada air mata yang keluar.Tuan Besar Sterling adalah yang pertama bereaksi."Olivia Hartono," suaranya rendah, dingin, menggetarkan seisi ruangan. "Tas-mu."Olivia langsung memeluk tas Hermes-nya erat-erat seperti memeluk nyawa."Bukan... bukan saya, Tuan Besar... ini fitnah! Clara yang... Clara yang menjebak saya! Dia yang mengedit video itu!"Aku tersenyum, tetap duduk anggun di sebelah Alexander."Ibu Olivia, CCTV mansion ini terhubung langsung ke sistem keamanan pusat milik Sterling Group. Bukan CCTV murahan. Butuh otoritas level direktur untuk mengeditnya," kataku pelan. "Dan kebet
آخر تحديث : 2026-09-17 اقرأ المزيد