Jika ada satu hal yang paling disesali Seraphina Estella Yasa malam itu, maka itu adalah keputusannya menyetujui seluruh rencana gila Khalif.Mulai dari gaun belasan juta, sepatu hak tinggi yang tingginya tidak masuk akal, aksesoris berkilau, hingga kehadiran seorang make-up artist profesional yang entah berapa tarif per jamnya.Saat ini, ia sedang duduk tegak di depan cermin besar suite room hotel. Jemari lentik sang penata rias terkenal di Bali itu sibuk memberikan sentuhan akhir pada wajahnya."Kakak asli cantik banget, lho. Struktur wajahnya proporsional," puji sang MUA tulus.Sera hanya bisa tertawa canggung, merasa salah kostum. "Kayaknya Mbaknya salah orang, deh. Aslinya saya cuma remahan rengginang. Sehari-hari cuma pakai bedak tabur bayi."MUA itu malah tertawa renyah. "Nah, itu dia masalahnya. Kakak terlalu cuek, padahal aset visualnya luar biasa."Satu jam kemudian, pintu penghubung suite room terbuka perlahan. Khalif, yang sedang fokus membaca pesan bisnis di ponselnya, ot
Última atualização : 2026-09-20 Ler mais