Mendengar Agnes mengucapkan kata-kata itu dengan nada yang begitu datar, jantung Brady tiba-tiba berdegup kencang."Agnes, jangan marah, ya? Aku janji nggak akan pulang selarut ini lagi. Aku bersumpah, selama kamu mau memaafkanku, aku rela melakukan apa saja."Padahal itu hanya masalah yang sangat sepele, tetapi Brady tetap memeluk dan membujuknya dengan begitu hati-hati, seolah perasaan sekecil apa pun yang dirasakan Agnes adalah hal terpenting baginya.Agnes tidak mengerti. Pria yang jelas-jelas begitu mencintainya, kenapa malah mengkhianatinya?Namun, Agnes masih harus berpura-pura bersamanya selama 15 hari lagi. Jadi, dia terpaksa menekan rasa sakit di dalam hati dan berkata, "Aku benar-benar nggak marah. Aku cuma merasa kamu nggak perlu menganggap perasaanku sepenting itu.""Mana mungkin nggak penting? Aku sangat mencintaimu, Agnes. Bagiku, seluruh dunia pun nggak bisa dibandingkan denganmu."Brady tersenyum dan terus membisikkan kata-kata cinta di telinganya.Agnes tidak menjawab
Mehr lesen