Darrel marah. Wajahnya yang tampan dan tegas kini terlihat semakin dingin.Dia duduk di dalam mobil. Bibir tipisnya mengatup membentuk garis lurus, sementara dadanya naik turun.Setelah berpikir sejenak, dia menghela napas, lalu menelepon hotel tempat Celine menginap.Suara resepsionis terdengar manis. "Selamat malam, Pak. Ada yang bisa kami bantu?"Darrel menyebutkan nomor identitas Celine."Perpanjang biaya kamarnya."Yang tidak disangka Darrel, setelah melakukan pengecekan, resepsionis justru berkata, "Pak, kamar VIP suite ini menggunakan paket tahunan, jadi nggak perlu diperpanjang.""Paket tahunan?"Tatapan Darrel bergetar. Keningnya perlahan berkerut.Dengan sifat Celine yang selalu hidup hemat, tidak mungkin dia menyewa suite bintang lima di kota wisata.Dengan wajah muram, dia meminta, "Saya perlu informasi pemesanan secara lengkap."Resepsionis menyahut, "Maaf, Pak. Itu privasi pelanggan, jadi kami nggak bisa memberikannya."Setelah mengakhiri panggilan, Darrel kembali menelep
Magbasa pa