LOGINDarrel adalah sosok sempurna yang sulit didekati, sekaligus dokter muda paling menjanjikan di Kota Purgawa. Pada hari dia patah hati, mentor yang paling dia hormati justru memperkenalkannya kepada seorang wanita biasa. Sebulan kemudian, Darrel menikahi wanita itu. Namun, setahun setelah pernikahan mereka, semua orang mengatakan bahwa Celine tidak pantas berdiri di sisi Darrel. Dia hanyalah wanita biasa yang berasal dari kota kecil, dengan seorang ibu yang menderita tumor otak dan harus dia rawat. Di mata semua orang, Celine adalah noda terbesar dalam kehidupan Darrel. Hingga pada hari ketika Celine mengetahui bahwa dirinya tidak bisa memiliki anak, dia akhirnya mengirimkan satu pesan kepada Darrel. [Kita cerai saja.] Keluarga Suwandi memaksanya menandatangani surat perceraian. Celine mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan rumah pernikahan itu dengan hati yang hancur. Sementara itu, Darrel sedang terbang ke tempat yang sangat jauh untuk menjemput wanita yang selalu dia cintai, Althea. Celine menerima kenyataan. Tanpa menangis, tanpa membuat keributan, dia membawa ibunya dan pergi dengan tenang. Namun, Darrel justru mengira Celine hanya sedang merajuk. Setiap hari, dia terus mendesaknya untuk pulang. "Percuma kamu bikin keributan. Aku nggak akan mengabaikan Althea." Celine hanya menjawab dengan datar, "Dokter Darrel, aku sudah lama mengirimimu pesan tentang perceraian kita. Silakan periksa pesanmu." Ternyata, orang yang berhenti mencintai terlebih dahulu adalah Celine. .... Namun, ketika suatu hari Darrel melihat seorang pria yang lembut dan penuh wibawa berdiri di sisi Celine, ketenangannya seketika runtuh. "Celine, apa kamu tahu sudah berapa tahun aku menyukaimu?" .... Begitu mengetahui Celine akan bercerai dengan Darrel, Levin bertekad untuk mendapatkannya. Dia tidak peduli cara apa pun yang harus digunakan. "Darrel, aku dan Celine sudah saling mengenal lebih lama darimu," kata Levin. "Kak Levin mungkin nggak tahu, tapi aku yang mengenalnya lebih dulu," balas Darrel. "Jelas-jelas aku duluan," tukas Levin.
View MoreKalimat terakhirnya jelas terdengar tegas dan tajam.Celine tidak ingin siapa pun melihat air matanya.Dia selalu berusaha terlihat kuat. Bahkan di depan ibunya sendiri, dia tidak pernah menangis.Terlebih lagi, dia tidak ingin menangis tersedu-sedu di depan orang lain. Tidak ada seorang pun yang boleh melihatnya menangis.Dia berusaha keras menahan air matanya tanpa mengeluarkan suara.Mata dan hidungnya sudah sangat merah, bahkan area di sekitar matanya pun mulai basah karena air mata.Jas putih yang dikenakannya dan helaian rambut yang jatuh di sisi pipinya semakin menonjolkan wajahnya yang begitu pucat dan lelah, membuat seluruh dirinya seolah akan hancur.Levin menatapnya. Dadanya terasa sesak. Amarah dan rasa tidak rela membara di dalam dirinya.Ada seseorang yang membuat Celine bersedih dan sekarang dia menangis karena orang itu.Celine tidak menceritakan kesedihannya kepada Levin. Levin hanya mengembalikan ponselnya dengan tenang."Kak, aku ke ruang penelitian dulu."Celine ber
Dokter memberinya beberapa obat herbal untuk membantu mengurangi tekanan mental.Saat Levin pergi mengambil obat, dokter berbisik kepada Celine, "Pak Levin sudah menemanimu selama dua jam lho.""Hah?" Celine terkejut.Sebelumnya, media keuangan pernah bergurau bahwa kalau penghasilan Levin dihitung dengan standar gaji pegawai kantoran biasa, penghasilannya bahkan bisa dihitung per milidetik.Berapa banyak uang Levin yang terbuang sia-sia karena dia pingsan kali ini?Celine langsung bergidik.Levin berjalan ke arahnya dan bertanya sambil mengernyit, "Kenapa? Masih nggak enak badan?""Nggak, aku sudah mendingan."Levin menopangnya ke luar. Dia menunduk sejenak sebelum berkata."Waktu kamu pingsan, Darrel meneleponmu."Tubuh Celine langsung menjadi kaku.Kepalanya seketika terasa seperti ditusuk jarum."Celine? Kamu kenapa?""Aku nggak apa-apa ...."Levin merangkul bahu Celine untuk berjaga-jaga agar dia tidak jatuh.Matanya yang dalam seperti kolam tenang menyiratkan sedikit rasa ingin t
Dia kembali ke pusat penelitian farmasi dengan langkah gontai."Celine, coba analisis data dari kumpulan galur sel ini ...."Johan berjalan menghampirinya. Melihat wajahnya yang tampak pucat, dia bertanya, "Ada apa?"Sambil membetulkan kacamatanya, dia bergumam, "Semalam, kakek Darrel sampai meneleponku dan memintaku biar aku nggak memberimu beban pekerjaan yang terlalu berat."Mendengar perhatian Johan, entah kenapa Celine merasa sangat lelah dan tertekan.Sekarang hanya ada dua hal yang dia inginkan.Pertama, bercerai dari Darrel dan tak pernah lagi bertemu dengan siapa pun yang berkaitan dengan Darrel.Kedua, ibunya segera membaik dan diberi umur panjang agar bisa menemaninya lebih lama.Dia tidak bisa punya anak. Jadi, di sisa hidupnya, hanya ibunya yang menjadi satu-satunya keluarganya.Johan berkata, "Wajahmu pucat sekali. Kamu nggak enak badan ya?"Celine menekan emosinya, lalu menggeleng sambil tersenyum. "Aku nggak apa-apa.""Mau pulang dan istirahat?""Nggak perlu."....Sian
Celine sedikit kehilangan fokus.Di mata Darrel, dirinya ternyata semurah itu. Hanya dengan beberapa hidangan, Darrel mengira dia sudah bisa disuap untuk mengurus perempuan yang dicintainya.Dengan kesal, dia berkata, "Dibunyikan seratus kali pun nggak bakal ada yang buka."Setelah mengatakan itu, dia langsung menutup telepon.Ternyata sampai sekarang Darrel masih tidak tahu bahwa dia sudah pindah?Betapa konyolnya. Istrinya sendiri sudah pindah, tetapi dia bahkan tidak tahu.Apakah keberadaannya di rumah, bahkan di dalam hati Darrel, benar-benar tidak berarti?Celine sudah mengambil keputusan.Besok, setelah akta cerai sudah berada di tangannya, kalau pria berengsek itu mengatakan satu kata saja kepadanya, dia akan langsung membalas dengan tegas. Persetan denganmu!Membayangkan kejadian besok, dia pun terkekeh.Helen keluar dari dapur dan bertanya dengan heran, "Celine, kenapa matamu merah?""Mana ada."....Setelah makan, seseorang menelepon Celine lagi. Ternyata Juan.Celine agak e












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.