"Kalau begitu, besok malam aku jemput kamu, lalu kita pergi bareng."Celine mengangguk. "Sampai ketemu besok."Keduanya membuat janji, sama sekali mengabaikan Darrel yang berdiri di samping.Saat menutup pintu, Levin menatap Darrel.Bagi Darrel, tatapan itu menyiratkan provokasi halus dari seorang pemenang yang baru saja mendapatkan keinginannya.Dalam perjalanan ke rumah sakit, Darrel terus memasang wajah masam.Hanya ketika Helen berbicara kepadanya, dia menjawab beberapa kali. Helen sendiri sangat senang berbagi cerita dengan menantunya.Celine duduk di sebelah Darrel, tetapi ada jarak yang sangat lebar di antara mereka.Dia benar-benar ingin berkata kepada ibunya, "Bu, dia nggak mau meladenimu. Bisa nggak berhenti mengajaknya bicara?"Hujan turun begitu deras. Setelah turun dari mobil, Helen membawa payung untuk satu orang, lalu memberikan payung besar untuk dua orang kepada Celine agar digunakan bersama Darrel.Celine hendak menarik lengan baju ibunya, tetapi gagal."Bu, kasih pay
Magbasa pa