“Kinara belum dateng, Pak?” Satria bertanya pada Manajer Bagian Produksi yang sedang berdiri di depan meja. “Belum.” Lelaki itu menjawab pelan, bahkan hanya melirik sekilas pada teman Kinara. Satria langsung memeriksa jam tangan. “Lah, ke mana tuh, bocah? Tadi berangkat duluan.” Lelaki bernama Purnomo yang sedang pakai komputer Kinara, melirik lagi. “Kinara punya pacar, loh, Mas,” ucapnya santai. Karena di mata Purnomo, jelas sekali kalau Satria suka pada Kinara. Tapi selama dua hari, Purnomo melihat Kinara diantar pacar. Mereka bercanda, saling sindir, lalu Kinara pamit dengan lambaian kecil. Meski wajah Kinara terlihat jutek, beberapa langkah saat meninggalkan gerbang, Kinara tersenyum. “Hah?!” Sekarang Satria bengong. “Punya, Pak? Siapa?” “Nggak tahu namanya. Tapi dianter terus tiap pagi.”Satria mengerjap pelan. Ia langsung tahu yang dimaksud Purnomo adalah Arka, adiknya. “Bukan pacar itu, Pak. Kinara bohong.” Purnomo jadi menatap Satria. Ia tersenyum simpul. “Kinara nggak
最終更新日 : 2026-10-12 続きを読む