"Ka-kamu siapa?" tanya Kala pada lelaki berjaket hitam itu. Tapi dia bukan Axel. "Ikut sama aku, kayaknya kamu lagi ketakutan banget," ucapnya sambil meraih tangan Kala, dan Kala pun berdiri. "Terima kasih," ucap Kala tanpa senyum, ia seperti tak ingin berurusan dengan lelaki lain selain dengan Axel. "Sama-sama, kenalin aku Gerry," katanya sambil mengulurkan tangan kembali.Kala terdiam membeku, entah harus bagaimana ia bersikap."Kamu tinggal dimana?" tanya lelaki itu. Kala masih terdiam, karena dia sendiri bingung harus melangkahkan kakinya kemana. Jika pulang ke rumah orang tuanya tak mungkin, apalagi kalau harus kembali lagi ke rumah mertuanya. Sungguh tak mungkin."Aku gak punya tujuan," jawab Kala pada akhirnya setelah sekian detik membisu. "Kalau begitu, ikut aku.."Karena merasa tak memiliki tempat untuk pulang, Kala pun mau tak mau mengikuti ajakan dari lelaki yang baru saja ia temukan itu. "Kenapa kamu gak punya tujuan? Orang tua kamu kemana?" tanya lelaki itu lagi sam
Última actualización : 2026-10-10 Leer más