Pagi itu, Alena terbangun dengan perasaan tidak tenang. Sejak malam tadi, pikirannya terus kembali pada rekaman yang tersimpan di dalam flashdisk. Kalimat-kalimat yang ia dengar berulang kali terngiang di kepalanya.“Aku sudah melakukan semuanya sesuai rencana.”Lalu suara lain menyusul.“Bagaimana dengan Dimas?”“Dia tidak akan pernah kembali.”Alena duduk di tepi tempat tidur sambil menarik napas panjang. Ia masih belum tahu siapa dua orang dalam rekaman tersebut, tetapi satu hal semakin mengganggunya.Suara terakhir terdengar sangat familiar.Ia menggeleng pelan, berusaha menghentikan pikirannya sendiri.“Jangan berpikir macam-macam dulu.”Alena segera menyimpan flashdisk itu di tempat tersembunyi sebelum keluar dari kamar. Namun, begitu membuka pintu, langkahnya langsung terhenti.Adrian berdiri tepat di depan kamarnya.Alena terkejut.“Adrian?”“Aku sudah mengetuk beberapa kali.” Adrian menatapnya sebentar. “Kau tidak mendengarnya?”“Maaf. Aku memang tidak mendengar.”Adrian memp
Last Updated : 2026-09-23 Read more