Kontrak 365 Hari Dengan Suami Yang Membenciku

Kontrak 365 Hari Dengan Suami Yang Membenciku

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-09-22
Oleh:  Dewgirl Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
10Bab
3Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Alena Maheswari terpaksa mencari uang dalam jumlah besar untuk menyelamatkan keluarganya dari masalah yang hampir menghancurkan hidup mereka. Di tengah keputusasaan, Adrian Wijaya, seorang CEO kaya dan dingin, tiba-tiba menawarkan sebuah pernikahan kontrak selama 365 hari dengan bayaran yang sangat besar. Syaratnya sederhana: mereka tidak boleh saling mencintai, tidak boleh mencampuri kehidupan pribadi masing-masing, dan setelah 365 hari mereka harus bercerai. Alena menerima tawaran itu karena tidak punya pilihan lain. Namun, ia tidak tahu bahwa Adrian memiliki alasan tersembunyi di balik pernikahan tersebut.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1 Tawaran Pernikahan 365 Hari

Hujan turun begitu deras malam itu. Alena Maheswari berdiri di depan rumah sakit sambil menggenggam ponselnya erat. Layar ponsel itu masih menampilkan pesan yang baru saja ia terima.

Pembayaran harus dilunasi paling lambat besok pagi.

Alena menarik napas panjang. Dadanya terasa sesak ketika kembali melihat angka tagihan tersebut. Sejak ayahnya dirawat, ia sudah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan uang, mulai dari meminjam kepada teman hingga menjual beberapa barang berharga miliknya. Namun, jumlah yang terkumpul masih jauh dari cukup.

“Kenapa harus sebanyak ini...” gumam Alena.

Ia mengusap wajahnya yang basah oleh air hujan dan air mata. Di dalam rumah sakit, ayahnya masih terbaring lemah, sementara Alena tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi jika pengobatannya harus dihentikan.

Alena menundukkan kepala. “Ayah... aku harus bagaimana?”

Belum sempat ia memikirkan jalan keluar, sebuah mobil hitam tiba-tiba berhenti tidak jauh darinya. Pintu belakang terbuka dan seorang pria turun dengan langkah tenang. Ia mengenakan jas hitam dengan penampilan rapi, sementara wajahnya terlihat dingin dan sulit ditebak.

Pria itu berjalan mendekat hingga berhenti beberapa langkah di hadapan Alena.

“Alena Maheswari?”

Alena mengangkat wajah dan mengerutkan kening. Ia tidak mengenal pria tersebut.

“Ya. Anda siapa?”

Pria itu menatapnya beberapa detik sebelum menjawab, “Adrian Wijaya.”

Nama tersebut membuat Alena terdiam. Ia mengenal Adrian sebagai seorang CEO muda yang beberapa kali muncul dalam pemberitaan. Namun, ia sama sekali tidak mengerti mengapa pria seperti Adrian datang mencarinya di rumah sakit.

“Ada apa mencari saya?”

Adrian tidak menjawab pertanyaan itu. Ia justru mengeluarkan sebuah map hitam dari tangannya dan menyerahkannya kepada Alena.

“Aku punya tawaran untukmu.”

Alena menerima map tersebut dengan ragu. “Tawaran apa?”

“Baca.”

Alena membuka map itu. Matanya langsung membesar ketika melihat tulisan di halaman pertama.

PERJANJIAN PERNIKAHAN KONTRAK

Ia membaca beberapa baris berikutnya dengan wajah tidak percaya sebelum kembali menatap Adrian.

“Ini... bercanda?”

“Tidak.”

“Kamu mau aku menikah denganmu?”

“Selama 365 hari.”

Alena hampir tertawa karena merasa semua ini tidak masuk akal. Ia bahkan baru pertama kali berbicara dengan pria tersebut, tetapi Adrian tiba-tiba mengajaknya menikah.

“Pak Adrian, kalau Anda ingin bercanda, cari orang lain.”

“Aku tidak bercanda.”

Adrian mengambil selembar kertas dari dalam map dan menunjukkannya kepada Alena. “Sebagai imbalannya, kau akan mendapatkan uang yang cukup untuk membayar seluruh biaya pengobatan ayahmu.”

Seketika senyum Alena menghilang. Matanya tertuju pada angka yang tertulis di kertas tersebut. Jumlahnya sangat besar, bahkan jauh melebihi biaya pengobatan yang selama ini membuatnya hampir putus asa.

Alena menelan ludah.

“Kenapa saya?”

Adrian menatapnya tanpa berkedip. “Karena aku membutuhkan seorang istri.”

“Kenapa tidak menikahi wanita lain?”

“Itu bukan urusanmu.”

Jawaban dingin itu membuat Alena semakin curiga. Ia menutup map tersebut dan mengembalikannya kepada Adrian.

“Maaf, tapi saya tidak bisa.”

Alena berbalik hendak pergi. Namun, baru beberapa langkah, suara Adrian kembali menghentikannya.

“Kalau kau menolak, besok pagi rumah sakit bisa menghentikan pengobatan ayahmu.”

Langkah Alena seketika terhenti. Tangannya mengepal, lalu ia berbalik dengan mata berkaca-kaca.

“Jangan gunakan ayah saya untuk memaksa saya.”

“Aku tidak memaksamu. Aku hanya memberikan pilihan.”

“Pernikahan bukan permainan.”

“Aku tahu.”

Alena menatapnya dengan perasaan campur aduk. “Lalu kenapa harus saya?”

Untuk pertama kalinya, tatapan Adrian berubah. Hanya sesaat, tetapi cukup untuk membuat Alena merasa bahwa ada sesuatu yang tidak dikatakan pria itu kepadanya.

“Karena aku punya alasan sendiri.”

Alena mengerutkan kening. “Alasan apa?”

Adrian tidak menjawab. Ia justru mengambil sebuah pena dari saku jasnya dan meletakkannya di atas map.

“Pikirkan sampai besok pagi.”

Adrian kemudian berjalan menuju mobilnya. Sebelum masuk, ia berhenti sejenak dan menoleh kepada Alena.

“Kalau kau menerima tawaran ini, hidupmu tidak akan pernah sama lagi.”

Setelah mengatakan itu, Adrian masuk ke dalam mobil. Beberapa detik kemudian, mobil hitam tersebut meninggalkan halaman rumah sakit, menyisakan Alena seorang diri di bawah hujan.

Alena kembali melihat map di tangannya. 365 hari. Hanya satu tahun menjadi istri seorang pria yang bahkan tidak ia kenal. Sebagai gantinya, ayahnya bisa mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan.

Ia tahu tawaran ini terlalu aneh. Namun, ketika membayangkan ayahnya terbaring lemah di dalam rumah sakit, keraguannya kembali berbenturan dengan rasa takut kehilangan.

Alena membuka map tersebut sekali lagi. Pena yang ditinggalkan Adrian masih tergeletak di atasnya, seolah menunggu keputusan yang akan mengubah hidupnya.

“Maaf, Ayah...”

Tangannya meraih pena itu dengan gemetar. Setelah menarik napas panjang, Alena mulai menuliskan namanya di atas kontrak tersebut.

Alena Maheswari.

Dan sejak tanda tangan itu tercetak di atas kertas, sebuah pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan pun dimulai.

Namun, di detik yang sama, pintu IGD terbuka dengan keras. Seorang perawat berlari keluar sambil berteriak panik.

“Keluarga Alena Maheswari! Ayah Anda kritis!”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status