"Punya otak tuh dipakai, Al! Kamu mikir nggak sih pas nyiapin kemeja kerjaku pagi ini?!" bentak Bara keras. Ia melempar jasnya ke atas meja makan sampai cangkir beling berdenting nyaring.Alya tersentak, tangannya refleks memegang teko air hangat kuat-kuat. "Ada apa, Mas? Kemejanya kenapa?" tanya Alya."Kancing lengannya lepas satu!" desis Bara dengan sorotan mata tajam yang penuh amarah. "Di depan Pak Raga dan para petinggi klien, aku harus nahan malu gara-gara kecerobohan sepele kamu. Hal sekecil ini aja kamu nggak becus! Gimana mau diandalkan urus hal besar?”"Maaf, Mas, tadi malam aku—""Halah, alasan terus!" potong Bara jengah. Pria itu menghempaskan tubuhnya ke kursi makan dengan kasar. Ia menaruh sendoknya agak keras ke atas piring porselen. Suasana ruangan langsung berubah tegang."Bisa kamu bantu aku rekap pengeluaran minggu ini, Al?" tanya Bara ketus setelah sempat terdiam sebentar.Alya menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Bisa, Mas. Nanti aku buatkan catatannya.”
Last Updated : 2026-09-23 Read more