Dara bergegas masuk ke toilet dan mengunci pintu setelah Bu Ratih menunjukkannya. Begitu sendirian, ia mendesis dan melenguh.“Ahhh, sakit!”Dara menutup mata. Napasnya memburu, dan kedua tangannya mengepal di sisi tubuh.Kenapa harus sekarang, tubuhnya tumbang? Ia berusaha mengabaikan sensasi yang sejak tadi mengganggunya. Namun, makin ia mencoba bertahan, makin sulitlah tubuhnya diajak bekerja sama. Keringat pun mengalir deras.“To–tolong hentikan ini,” lirihnya, bahkan tubuhnya terhuyung. Satu tangannya menggantung di udara seakan meminta keajaiban, sementara tangan satunya meremas dadanya sendiri yang terasa sesak.Tidak boleh seperti ini, ia harus kuat!Sadar tidak ada seorang pun yang akan membantunya, Dara mengatur napas. Ia mencoba memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Dara lantas membuka beberapa kancing di seragam, dan mengangkat sedikit cup bra-nya. Saat itulah ia melihat sesuatu yang membuat seluruh tubuhnya membeku. Dara membelalak, cairan putih pekat itu keluar beg
Last Updated : 2026-09-24 Read more