Mobil Mercedes-Benz hitam yang dikemudikan Noah membelah jalanan Jakarta yang mulus menuju kawasan elit Menteng. Di kursi penumpang, Alissa terpaku memandangi lalu lintas di balik jendela, sementara jemarinya saling meremas kuat di atas pangkuan.Telapak tangan Alissa telah basah oleh keringat dingin gugup.Noah mengalihkan pandangannya sejenak dari jalanan, lalu menggenggam lembut jemari Alissa yang gemetar. "Tenang, sweetheart," bisik Noah lembut seraya mengelus punggung tangan Alissa dengan ibu jari, "Kedua orang tuaku sudah tidak sabar ingin bertemu langsung denganmu. Kamu tidak perlu secemas ini.""Tapi, aku... aku benar-benar gugup," sahut Alissa pelan, suaranya hampir pecah, "Bagaimana kalau orang tuamu tidak menyukaiku?""Tidak mungkin," kekeh Noah santai, "Papi dan Mami sudah tahu betapa berartinya kamu buat aku. Lagi pula, mereka sangat mengagumi perjuanganmu selama ini di London.""Tetap saja, status kita berbeda, Noah..." lirih Alissa."Kita sudah sering membicarakan hal
Last Updated : 2026-11-03 Read more