"Jangan!!!" Hatiku rasanya hancur berkeping-keping.Sama sekali tidak pernah terbayang dalam mimpi, aku akan diperkosa orang, apalagi oleh pria miskin, jumlahnya empat orang sekaligus pula!Tepat pada saat itu, terdengar suara seorang wanita."Hentikan!"Kami semua serentak menoleh ke arah pintu.Yang datang ternyata bukan orang lain, melainkan Melly Sandi, rekanku di sini.Melly berusia tiga puluhan, kulitnya terawat sangat kencang, halus, kelihatan begitu mulus.Terutama dua buah dadanya yang membusung indah, sama sekali tidak kalah menawan dariku.Kudengar suaminya sudah lama meninggal, dia mengasuh dua anak seorang diri. Dia datang ke sini bekerja sebagai perawat karena gajinya lumayan lebih tinggi.Aku seperti melihat sedotan penolong, langsung berteriak sekuat tenaga padanya meminta bantuan."Kak Melly, cepat tolong aku! Mereka mau perkosa aku!"Tatapan matanya tampak heran melihatku, tapi tidak lama kemudian dia mengerti apa yang sedang terjadi.Dia berdeham beberapa kali, lalu
Magbasa pa