Kring! Kring! Kring!“Astaga.” Valeria terkejut saat ponselnya berdering nyaring.Buru-buru, ia merogoh tote bag-nya. Namun, saat ponsel itu sudah di tangan, si lelaki jangkung merampasnya cepat.“Hei–”Si lelaki mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Dia melihat Valeria melompat-lompat berusaha mengambil gawai kecil itu. Lalu suara dinginnya seketika membuat Valeria berhenti bergerak.“Kamu stalker?”Valeria tampak heran dan bingung. “Bukan, aku–”Dug, dug, dug!“Erlang! Erlangga! Sekuriti sedang ngejar stalker-mu! Kamu nggak apa-apa di dalam? Erlang, buka pintunya!”Suara gedoran di pintu campervan membuat Valeria terlonjak. Secara refleks, dia memegang kenop pintu kuat-kuat, menahan siapapun dari luar untuk menerobos masuk.“Bukan,” ucap Valeria. “Bukan stalker.”Lelaki di depannya memiringkan kepala. “Kalau begitu, kenapa ada di sini?”“Aku cuma salah masuk kendaraan!”Lelaki itu tidak mengatakan apa pun, tapi dari ekspresinya tampak jelas kalau ia tidak percaya ucapan Valeria.“Ser
Dernière mise à jour : 2026-10-16 Read More