Pagi itu, suara berisik dari apartemen sebelah membangunkan Jia Li dari tidurnya.Dia membuka mata dengan malas, lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Sayangnya, suara benda-benda yang dipindahkan dari sebelah tidak kunjung berhenti.Jia Li menghela napas panjang."Siapa, sih, yang pindah rumah pagi-pagi begini?"Dengan enggan, dia bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.Saat keluar dari kamar, dia melihat Jia Wei baru saja datang dari arah dapur. Bocah itu membawa dua piring berisi roti dan potongan buah, serta dua gelas susu."Ibu, aku sudah menyiapkan sarapan. Ayo, kita makan!"Jia Li mengangkat alisnya."Wah, putra Ibu sudah pandai menyiapkan sarapan sendiri?"Jia Wei tersenyum bangga. "Aku hanya mengambil roti yang kita beli semalam, memotong buah, dan menuangkan susu. Tidak sulit, kok."Semalam, mereka memang sudah membeli beberapa bahan makanan untuk mengisi dapur apartemen baru mereka.Sejak tinggal di desa, Jia
Last Updated : 2026-10-11 Read more