MasukJia Li tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan terikat dengan sebuah Sistem. Sistem itu memberi tugas untuk mengubah nasib Pemilik aslinya dan Anaknya? Anak ?! Jia Li yang baru berusia 20 tahun, belum pernah pacaran, harus menjadi Ibu di setiap dunia. Kabar baik : Dia mendapatkan Anak secara gratis . Kabar buruk : Dia menjadi Janda di setiap dunia.
Lihat lebih banyak"Jadi... aku udah mati?"
Jia Li mengangkat kedua tangannya. Pemandangan sore itu bergoyang di balik jemarinya yang mulai memudar. Tembus pandang. Dia bahkan bisa melihat bayangan tanah merah di bawah sana melalui telapak tangannya sendiri.
Di bawah, kerumunan orang berpakaian hitam berdiri melingkar, mengelilingi liang lahat yang masih basah oleh sisa hujan. Isak tangis terdengar bersahut-sahutan. Di barisan paling depan, seorang wanita paruh baya memeluk bingkai foto erat-erat. Tangannya gemetar saat memanggil nama Jia Li.
Foto wisuda. Senyum Jia Li di dalam foto itu tampak begitu cerah. Ironis, padahal toga itu baru akan dia kenakan bulan depan.
"Aku... itu beneran aku?" bisik Jia Li. Suaranya lenyap tertiup angin. Tak seorang pun menoleh.
Baru tiga hari lalu, Jia Li masih begadang di koridor kampus bersama teman-temannya, merayakan kemenangan lomba desain. Dia bahkan sudah membayangkan hari wisudanya bulan depan. Namun, semua rencana itu berakhir ketika sebuah truk yang mengalami rem blong menghantam taksi daring yang ditumpanginya.
BRAK!
Pandangannya menggelap, dan segalanya selesai begitu saja.
"Aku belum mau mati," lirih Jia Li, dadanya mendadak terasa sesak. Dia ingin menangis, tetapi matanya kering. Ternyata benar kata orang, hantu tidak punya air mata.
Jia Li berlutut dan mengulurkan tangan ke gundukan tanah makamnya. Jemarinya menembus tanah tanpa hambatan. Dia menarik tangannya cepat-cepat, lalu menatapnya dengan bingung.
DING!
Jia Li tersentak dan mundur beberapa langkah. Aneh. Dia bahkan masih bisa merasakan tengkuknya meremang, padahal tubuhnya sudah dikubur tiga hari yang lalu.
"Siapa?!" Jia Li menoleh ke segala arah. "Siapa di sana?!"
Sebuah layar biru transparan tiba-tiba muncul di hadapannya. Tampilannya mengingatkan Jia Li pada panel status dalam permainan RPG.
Dari balik layar itu, sebuah suara mekanis bergaung langsung di dalam kepalanya. Datar, dingin, tanpa intonasi emosi sedikit pun.
"Sistem Mama Transmigrasi berhasil diaktifkan."
"Hah? Sistem? Kamu... hantu jenis baru?"
"Aku adalah Sistem 001. Host, data biologis Anda menunjukkan bahwa tubuh fisik Anda telah dikubur tiga hari lalu. Detak jantung: Nol. Anda dinyatakan mati secara absolut."
Jia Li terdiam. "Jadi... aku bakal gentayangan selamanya?"
"Opsi alternatif tersedia: Anda bisa hidup kembali."
"Hidup lagi?!" Jia Li nyaris melompat. "Beneran?! Gimana caranya? Tolong, apa aja bakal aku lakuin!"
Layar biru di depannya berkedip pelan, memunculkan deretan teks baru.
"Misi sederhana. Anda akan dikirim ke dunia paralel. Tugas utama: Menyelamatkan target ibu dan anak yang memiliki takdir kematian tragis."
"Ibu dan anak?" Jia Li mengernyit.
"Mereka adalah karakter-karakter malang yang dipaksa mati muda. Anda akan mengambil alih identitas serta tubuh mereka untuk mengubah takdir tersebut. Setiap keberhasilan misi akan dihadiahi poin."
"Kumpulkan 10.000 poin. Setelah kuota terpenuhi, Host dapat memilih opsi: Reinkarnasi di dunia asal Anda, atau mendapatkan kehidupan abadi dengan otoritas sistem."
Jia Li mengepalkan tangan. Dia bisa hidup kembali. Kesempatan itu saja sudah cukup untuk membuatnya berani menerima tawaran sistem.
Lalu dia teringat satu hal.
"Tapi tunggu dulu!" Jia Li melotot. "Ibu?! Aku jadi IBU?! Pacaran aja belum pernah, gimana bisa langsung punya anak?!"
"Menjawab Host: Nama platform ini adalah Sistem Mama Transmigrasi. Peran sebagai Ibu adalah fondasi mutlak dari seluruh misi."
Jia Li spontan menepuk jidatnya sendiri. Wajahnya mendadak merona merah karena malu. "Ah... iya juga. Namanya aja udah jelas begitu."
"Untuk mempermudah proses adaptasi, seluruh memori pemilik tubuh asli akan ditransfer langsung ke kesadaran Anda. Nama dan visualisasi wajah tidak akan diubah. Anda tetaplah Jia Li."
Jia Li terdiam. Tatapannya kembali tertuju pada makam di bawah sana. Keluarga dan teman-temannya masih berkumpul di sekelilingnya, menangisi seseorang yang tidak akan pernah bisa mereka lihat lagi.
Dengan suara pelan dan gemetar, Jia Li bertanya, "Kalau... kalau aku gagal, konsekuensinya apa?"
Layar biru itu meredup. Beberapa detik berlalu sebelum suara sistem kembali terdengar.
"Jika Host berhasil melewati Dunia Pertama, misi berikutnya akan lebih mudah. Namun, jika gagal, Host dapat menggunakan poin untuk menebus kegagalan tersebut."
"Apabila poin Host tidak mencukupi, atau seluruh poin telah habis, jiwa Host akan dimusnahkan."
Napas Jia Li tercekat. Ancaman itu membuatnya sadar bahwa satu kesalahan saja bisa mengakhiri segalanya.
Hidup kembali, atau dihapus sepenuhnya dari eksistensi alam semesta.
Dia baru dua puluh tahun. Dia menolak untuk menyerah pada takdir yang brengsek ini.
Jia Li mendongak, menatap lurus ke arah layar sistem itu. Kali ini, dia tidak ragu.
"Oke. Aku ambil alih misinya. Aku bakal jadi mama terbaik di dunia mana pun! Kirim aku sekarang!"
DING! Fluktuasi tekad Host terdeteksi dan disetujui!
DING! Memulai transfer kesadaran ke Dunia Pertama... 3... 2... 1...
Cahaya putih yang luar biasa menyilaukan meledak dari segala arah, menelan habis seluruh kesadaran Jia Li. Pandangannya kembali buram.
Kesadaran Jia Li perlahan kembali. Belum sempat dia membuka mata, rasa sakit menjalar di kepalanya. Potongan-potongan ingatan asing bermunculan, begitu cepat hingga dia kesulitan memahami semuanya.
Jia Li mengusap wajahnya. Jemarinya basah.
Air mata?
Dia menatap tangannya dengan bingung.
"Ini..."
Setelah masuk ke dalam mobil, Jia Li mengerutkan alisnya. Walaupun ia pura-pura tidak peduli, tapi sebenarnya ia memikirkan apa yang telah dikatakan Lu Zimo.Bagaimanapun, dia memiliki masa lalu yang rumit dan seorang anak yang harus dia besarkan.Jika ia tetap bersama dengan Chen Yan, apakah keluarganya setuju?Sudut mulut Jia Li terkulai, dan suasana hatinya yang awalnya baik menjadi buruk.Chen Yan merasakan perubahan pada Jia Li, ia meraih tangan gadis itu, menggenggamnya dengan erat."Ada apa? apa yang kamu pikirkan?""...Gak papa, aku cuma lelah."Jia Li tidak ingin mengatakan bahwa dia khawatir tentang hubungan mereka, ia ingin sedikit menenangkan diri dan memikirkan lebih lanjut, apakah akan tetap melanjutkan hubungan ini atau tidak."Hmm... kalau begitu, apa yang ingin kamu makan siang ini? aku akan memasaknya untukmu.""Terserah, aku udah makan banyak tadi, jadi aku gak terlalu lapar.""Baikl
Di ruang kantor CEO yang luas, Chen Yan mendengarkan laporan dari asistennya dengan ekspresi dingin.Sinar matahari pagi masuk melalui jendela besar kantor CEO. Namun, suasana cerah itu sama sekali tidak mengurangi ketegangan yang dirasakan sang asisten. Dia bahkan berkeringat dingin saat menyampaikan laporannya."Tuan Chen, perusahaan Jia telah melakukan penggelapan pajak selama hampir lima tahun. Selain itu, belakangan ini mereka juga memiliki hutang dalam jumlah cukup besar.""Belakangan ini mereka juga berusaha untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan kita."Asisten itu menjelaskan dengan rinci, setelah menyampaikan semua laporannya, ia menunggu instruksi selanjutnya dari CEO-nya.Sang asisten tidak tahu alasan Chen Yan tiba-tiba tertarik menyelidiki perusahaan kecil seperti Jia. Namun, melihat ekspresi dingin CEO-nya, dia yakin keluarga Jia telah melakukan sesuatu yang membuat pria itu marah."Laporkan penggelapan pajak yang mereka lak
Mungkin karena ancaman Chen Yan pada Song Yu benar-benar membuat mereka takut, mereka tidak datang untuk menemukan Jia Li lagi.Selama beberapa hari ini mereka hidup nyaman tanpa gangguan orang lain.Setelah memastikan bahwa tidak ada lagi bahaya yang akan terjadi pada Jia Wei jika dia keluar, akhirnya mereka kembali mengizinkannya untuk bersekolah.Tentu saja, selalu ada pengawal yang akan menjaganya dari jauh.Saat ini Chen Yan sedang pergi untuk urusan bisnis, hanya Jia Li yang tertinggal sendirian karena hanya dia yang menganggur."Sebaiknya aku pergi ke Mall, sekalian memperbanyak isi ruang spesialku.""Saya pikir Host sudah melupakan keberadaan ruang itu.""Bagaimana mungkin aku lupa." Jia Li memutar matanya, "Tidakkah kau lihat aku selalu memasukkan beberapa makanan ke ruang spesialku saat tidak ada yang memperhatikan?""Tapi hanya sedikit.""Itu karena Chen Yan selalu ada di dekatku, lagipula gak perlu terburu-bu
Chen Yan hanya menatap Song Yu dengan dingin, saat ia masuk ia telah mendengar hinaan yang dilontarkan Song Yu pada Jia Li."Seret dia keluar, jangan biarkan keluarga Jia berkeliaran di apartemen ini lagi.""Baik Tuan!"Mereka langsung menyeret Song Yu yang masih terduduk di lantai tanpa sopan santun.Song Yu meronta ketika kedua pengawal menyeretnya menuju pintu.“Lepaskan aku! Beraninya kalian!”Namun, Jia Li hanya memandangnya tanpa sedikit pun keinginan untuk menolong.“Jia Li! Dasar anak durhaka! Aku ibumu! Suruh mereka melepaskanku!”Tak mendapat tanggapan, Song Yu melontarkan makian yang semakin kasar."Dasar gak tahu malu!""Jalang!""Itu sebabnya aku gak pernah menyukaimu, karena kau itu jalang!""Tidak tahu terima kasih! mati sana!"Wajah Chen Yan semakin gelap, ia menatap Song Yu yang histeris dengan tajam.“Sepertinya keluarga Jia tidak la












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.