"Hehe, Kak, sekarang anakmu itu pemegang saham dan perwakilan hukum perusahaan, kata-kataku mana ada gunanya lagi."Wajah Alia mendadak muram. "Udahlah, biar Kakak yang pergi bicara sama dia."Alhasil, Naura yang baru selesai melakukan latihan yoga pagi dan keluar untuk menyantap sarapan, langsung menerima panggilan telepon dari ibunya.Dia menyalakan pengeras suara. "Halo, Ibu.""Ibu dengar dari om kamu, kamu baru masuk ke hotel udah buat banyak masalah."Naura tertegun sejenak. "Om bilang gitu sama Ibu?""Kalau bukan dia, memangnya om kamu bisa bohong?"Alia berujar dengan nada penuh penekanan dan nasihat, "Naura, Ibu paham kamu kebelet mau menunjukkan hasil dan mau cepat-cepat berdiri tegak di perusahaan. Tapi, gimanapun juga, kamu 'kan nggak mengerti apa-apa, lagian hotel itu selama ini om kamu yang kelola.""Kamu bukan anak kecil lagi, harus belajar buat lebih banyak mendengar, banyak belajar, dan jangan terlalu banyak mengatur-ngatur. Kalau nggak, gimana om kamu sudi ajari kamu?"
Ler mais