Jevan langsung mengangkat Jihan dan menggendongnya menuju kursi penumpang depan mobil Maibara miliknya.Begitu pintu mobil terkunci, Jihan tak bisa ke mana-mana.Bahkan, ketika Jihan merogoh ponselnya, Jevan langsung merebutnya.Sebelum wanita itu sempat bereaksi, Jevan berkata dengan suara berat, "Ayo, kita bicara."Dibandingkan dengan sikap seenaknya setiap kali bertemu Jihan, kali ini Jevan tampak lebih tenang. Wajahnya yang tegas dan tampan memperlihatkan ekspresi yang sulit ditebak. Jevan menatapnya lekat, seolah sedang memikirkan sesuatu.Namun, Jihan tidak mau menatapnya. Dengan dingin, dia berkata, "Semua hal yang bisa kubicarakan denganmu akan dibahas di pengadilan."Mata Jevan sedikit menggelap.Dia mengeluarkan rokok dari sakunya. Namun, saat hendak menyalakannya, pria itu teringat bahwa Jihan tidak menyukai bau rokok. Pada akhirnya, Jevan hanya meremas ujung rokok itu dengan jari, lalu bertanya, "Dulu kau menyukai Sean?"Jihan terkejut.Sementara itu, hati Jevan mendadak t
Ler mais