Detak jantungku berdetak sangat kencang. Meski merasa sangat takut, tubuhku tetap saja tak bisa dikendalikan dan menginginkannya.Apalagi saat merasakan sentuhan yang intens itu, kedua kakiku sampai lemas tak berdaya.Namun, detik demi detik berlalu, dia malah tak melakukan apa-apa.Begitu menoleh, aku baru menyadari kalau dia memegang ponselnya dan memotret semua posisiku.Setelah selesai, dia pun berbalik dan pergi.Hanya meninggalkan satu kalimat yang penuh makna.“Kita bakal bertemu lagi.”Dia membiarkanku sendirian di dalam kamar mandi.Beberapa menit kemudian, dengan tubuh yang lemas dan terhuyung, aku memaksakan diri berdiri dan kembali ke tempat duduk.Melihatku baru kembali setelah sekian lama, teman-teman pun bertanya,“Kok kamu lama sekali di kamar mandi? Alkohol kita bahkan sudah hampir habis.”Aku menjawab dengan lemas, “Aku mungkin nggak cocok minum alkohol, rasanya agak nggak enak badan.”“Oh iya, kalian lihat pria berkacamata di seberang sana tadi? Dia siapa, sih?”Mel
Read more