Short
Nasib Seorang Gadis

Nasib Seorang Gadis

โดย:  Richyจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7บท
3views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

“Dasar genit, sengaja buka lebar-lebar kakimu buat dilihat siapa, sih?” Di sebuah klub malam larut malam, aku sengaja memamerkan tubuhku di dalam kamar mandi wanita. Melalui kaca satu arah, aku membuka kedua kakiku lebar-lebar, memperlihatkan bagian paling intim yang memalukan. Siapa sangka, ada seorang pria yang salah masuk kamar mandi. Adegan indah yang menggoda ini pun terlihat olehnya. Wajahku terasa terbakar karena malu. Aku pun berniat pergi dari sana. Namun, dia malah menahanku dan langsung menyingkap rokku. Padahal aku tak memakai pakaian dalam sama sekali! “Bukannya kamu suka pamer? Sini, biar kupuaskan sekalian!” Usai bicara, dia ikut mengeluarkan benda miliknya yang sudah menegang, lalu langsung menghentak masuk ke sela-sela kedua kakiku. ….

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Namaku Elia, seorang gadis yang memiliki gangguan frigiditas.

Pertama kali aku mendengar istilah ‘eksibisionis’ adalah dari berita di kampus.

Ada seorang dosen wanita yang saat mengajar dan memanfaatkan momen saat para mahasiswa sedang menunduk mengerjakan tugas, sengaja menyingkap roknya untuk memamerkan tubuhnya.

Saat itu aku masih tak paham, jadi bertanya pada sahabatku,

“Kok Bu Wati itu malah melakukan hal seperti itu di depan mahasiswa? Dia nggak malu?”

Sahabatku menjawab, “Kamu mana paham. Itu namanya eksibisionis, Bu Wati memang suka sensasinya.”

Aku tak mengerti, lalu bertanya, “Emangnya bisa memuaskan? Aneh sekali.”

Sahabatku menatapku dengan tatapan kasihan, lalu menjawab, “Kamu belum pernah coba, mana tahu aneh atau nggak? Dari dulu kamu selalu bilang kalau dirimu itu ada gangguan frigiditas, mungkin saja karena belum bertemu kelainan yang cocok denganmu.”

Meskipun merasa aneh, ucapannya berhasil membuatku termenung memikirkannya.

Bagaimana kalau memang benar bahwa aku belum menemukan kesenangan yang bisa membuatku bergairah?

Gangguan frigiditas dalam waktu lama membuat pikiranku kacau.

Aku pun mulai mencoba memamerkan tubuhku di hadapan orang banyak untuk pertama kalinya.

Suatu malam, aku duduk di sudut lapangan, memperhatikan sekelompok pria yang sedang bermain basket tanpa memakai baju.

Pencahayaan di tempatku duduk sangat remang-remang dan kegelapan itu kebetulan bisa menyembunyikan diriku.

Hal itu memberiku keberanian yang sangat besar.

Aku menyingkap rok pendekku dan membuka kedua kakiku yang mulus.

Perasaanku menjadi sangat tegang, tapi di saat yang sama bercampur dengan sedikit rasa bergairah.

Aku belum pernah memamerkan pakaian dalamku di depan pria mana pun. Sensasi memalukan ini membuatku terbawa suasana.

Terutama saat terdengar suara riuh teman-teman di telingaku, rasa malu itu terasa semakin kuat.

Rasanya celana dalamku sudah mulai basah.

Ternyata sensasi memamerkan tubuh diam-diam dari tempat gelap ini begitu menantang.

Perlahan-lahan, aku mulai tak puas kalau hanya menyingkap rok saja. Aku melucuti celana dalamku dan langsung melorotkannya sampai ke lutut.

Kini, bagian paling intim itu benar-benar terpampang di udara terbuka.

Pantatku duduk bertelanjang di atas kursi, hatiku merasa takut sekaligus gembira.

Seharusnya teman-teman tak akan menyadari diriku, ‘kan?

Aku seolah-olah telah membuka kotak pandora dan mulai ketagihan dengan perasaan berdiri di tepi jurang seperti ini.

Hasrat itu ibarat banjir. Begitu ada celah yang terbuka, tak akan bisa dibendung lagi.

Aku mulai tak puas dengan aksi yang tergolong ringan ini. Demi mencari ketegangan dan sensasi mendebarkan yang membuat kecanduan, aku mulai mencoba melakukannya di tempat-tempat yang lebih berbahaya.

Saat jam pelajaran, aku diam-diam melepas celanaku, mendengarkan dosen mengajar sambil menyusupkan tanganku ke dalam.

Saat berjalan sendirian di jalanan malam, aku bahkan pernah berjalan di jalanan tanpa memakai celana dalam sambil menyingkap bajuku.

Sebenarnya ada rasa takut, tapi sensasi bertelanjang itu membuat hatiku sangat gembira. Aku bahkan tak sanggup menahan diri untuk berimajinasi jika ada orang yang melihatku… lalu langsung menerjang ke arahku, menindihku dan membuka paksa kedua kakiku lebar-lebar.

Membayangkan hal itu, tubuhku selalu gemetaran tanpa bisa dikendalikan. Aku sendiri tak bisa membedakan apakah itu karena takut atau karena….

Akhir pekan ini, teman-teman seasrama mengajakku pergi bermain ke sebuah klub.

Katanya ada banyak pria tampan di sana. Hal itu pun memancing hasrat yang terpendam di dalam hatiku.

Tak lama kemudian, kami pun tiba di klub.

Setelah meneguk beberapa gelas alkohol, aku kembali tak bisa menahan diri untuk memamerkan tubuhku di tengah kerumunan. Rasa ketagihan itu sungguh jauh lebih memabukkan daripada alkohol.

Rasanya seperti ada semut yang merayap di dalam tulangku, membuat seluruh tubuhku gelisah.

Namun, teman-temanku duduk di sampingku, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu di hadapan sesama wanita?

Jadi, aku pun menyelinap masuk ke dalam kamar mandi, berniat menggunakan jariku untuk meredakan rasa haus ini.

Namun, aku malah tak sengaja menyadari kalau ternyata kamar mandi di klub ini menggunakan kaca satu arah!

Dari dalam kamar mandi wanita, suasana di aula luar bisa terlihat dengan sangat jelas. Sementara orang di luar sama sekali tak bisa melihat ke dalam.

Ini benar-benar dirancang khusus untukku!

Aku bisa memamerkan tubuhku dengan berani tanpa takut kelihatan orang lain lagi.

Aku langsung lorotkan celana dalamku sampai ke pergelangan kaki, lalu dengan percaya diri memamerkan keindahan tubuhku pada kerumunan orang.

Wajahku memang cukup cantik, dengan sepasang buah dada mentok yang seperti bola basket besar yang memantul saat aku berjalan.

Sepasang kaki jenjangku bahkan membuat banyak pria terpikat. Setiap kali berjalan di jalanan, mereka semua menatapku.

Namun, mereka tak tahu, sebenarnya ada sebuah celah yang jauh lebih menggoda di balik rokku ini.

Biasanya, meskipun sangat ketagihan dengan hobi yang memalukan ini, aku tak pernah meluapkan hasratku dengan begitu terang-terangan.

Namun sekarang, aku bisa memamerkannya dengan sangat terang-terangan.

Aku langsung melepas celana dalam yang mengganggu itu dan meletakkannya di samping.

Kedua kakiku menempel pada kaca transparan, bokongku menempel di lantai, dengan liar memperlihatkan sisi memalukan diriku.

Gerakan ini belum pernah kulakukan sebelumnya. Ini pertama kalinya aku melakukannya, ternyata begitu menggairahkan.

Orang-orang di aula luar masih sibuk minum dan mengobrol sendiri, tanpa tahu bahwa ada seorang gadis yang sedang memamerkan tubuhnya di dalam kamar mandi.

Aku menahan rasa malu karena bertelanjang di depan umum, sambil menikmati kenikmatan dari rasa malu dan harapan tersembunyi itu….

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
7
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status