เข้าสู่ระบบ“Dasar genit, sengaja buka lebar-lebar kakimu buat dilihat siapa, sih?” Di sebuah klub malam larut malam, aku sengaja memamerkan tubuhku di dalam kamar mandi wanita. Melalui kaca satu arah, aku membuka kedua kakiku lebar-lebar, memperlihatkan bagian paling intim yang memalukan. Siapa sangka, ada seorang pria yang salah masuk kamar mandi. Adegan indah yang menggoda ini pun terlihat olehnya. Wajahku terasa terbakar karena malu. Aku pun berniat pergi dari sana. Namun, dia malah menahanku dan langsung menyingkap rokku. Padahal aku tak memakai pakaian dalam sama sekali! “Bukannya kamu suka pamer? Sini, biar kupuaskan sekalian!” Usai bicara, dia ikut mengeluarkan benda miliknya yang sudah menegang, lalu langsung menghentak masuk ke sela-sela kedua kakiku. ….
ดูเพิ่มเติมSambil memperlihatkan ekspresi malu-malu, aku mendekat ke telinganya dan berbisik manja, “Ayo tuan, manjakan aku.”Hal ini benar-benar memancing amarah Calvin. Akhirnya, hasrat yang sudah lama dia tahan pun meledak. Dia merangkul pinggangku, lalu membalikkan badanku hingga diriku tertekan di atas ranjang.“Pandai sekali menggoda pria?”Tatapan mata Calvin yang tajam menyapu seluruh tubuhku, napasnya memburu dan terasa panas.Aku berinisiatif menyambutnya, sambil melepaskan mantelku.“Semua ini berkat didikan kakak.”Nada bicaraku yang manja membuat wajah Calvin merona. Hasrat yang nyaris meledak membuatnya kehilangan akal sehat. Dia langsung merobek pakaianku dan melemparkannya ke lantai.Aku menggeliatkan pinggang dengan gelisah, lalu merajuk manja, “Kakak galak sekali….”Mata Calvin menyala-nyala saat meraba tubuhku dan membenamkan wajahnya ke leherku.Seiring dengan pakaian yang lepas satu demi satu, pikiranku malah semakin kacau dan melayang entah ke mana.“Masih sempat-sempatnya m
Pelayan itu mengulurkan jarinya menunjuk ke arah ruangan di ujung koridor, lalu berkata padaku. Dengan langkah kaki yang berat, aku mengetuk pintu.Namun, ternyata pintu itu tak dikunci dan terbuka begitu saja mengikuti dorongan tanganku.Sepertinya ruangan itu adalah ruang kerja pria tersebut. Di sebelah kiri terdapat dinding penuh rak buku yang menjulang tinggi, membuat ruangan ini tampak megah dan serius.“Sini.”Tiba-tiba, terdengar suara serak yang membuat jantungku berdetak kencang.Dengan kaki yang kaku, aku melangkah maju dan melihat seorang pria duduk di kursi dengan posisi membelakangiku.“Halo, aku ingin bertanya ini di mana, ya?”Aku tahu tak boleh menyinggung orang seperti ini, jadi diriku pun bertanya dengan sangat hati-hati.Pria itu tak bergerak sama sekali, dia hanya melambaikan tangannya ke arahku, mengisyaratkan agar aku berjalan mendekat.Melihat tangannya yang penuh kerutan itu, firasat buruk langsung muncul di dalam hatiku.Sambil melangkah dengan perasaan tak te
Setelah melontarkan kalimat penuh arti itu, Calvin menutup mulutnya dan tak ada lagi suara yang terdengar dari earphone.Ternyata benar, sepasang tangan yang lembut meraih tanganku, menuntunku maju dengan perlahan.“Silakan naik anak tangganya.”Suara wanita yang dingin terdengar, bertolak belakang dengan telapak tangannya yang hangat, semakin memperparah kepanikan yang kurasakan.Nasi sudah menjadi bubur, aku hanya bisa menelan ludah dan tetap menurutinya.Begitu kakiku menaiki beberapa anak tangga, aku langsung merasakan ada banyak orang yang sedang memperhatikanku.Dan jumlahnya lebih dari satu orang.Seiring dengan sorotan lampu yang menyinari, tatapan yang tak terhitung jumlahnya tertuju pada tubuhku, seolah-olah mampu menembus lapisan kain tipis ini dan melihatku telanjang bulat.Sensasi pengintaian yang begitu kuat ini langsung membuat sekujur tubuhku lemas. Begitu pula dengan kedua kakiku, seolah-olah bisa terjatuh kapan saja di detik berikutnya.“Mari kita saksikan gadis canti
Lama-kelamaan, dia tak lagi puas dengan kenikmatan yang biasa saja. Dia mulai mencari cara bermain yang tak wajar.Misalnya, di tengah keramaian pusat kota, aku dipaksa memakai gaun pendek bertali tipis yang nyaris transparan. Tali bahunya longgar, seolah sedikit ditarik saja akan langsung terlepas, sementara aku terpaksa berdesakan mengikuti arus orang berlalu lalang.Atau di jalanan pinggiran kota yang sepi di tengah malam, dia memaksamu berjalan dengan tubuh telanjang, bahkan menyeretku masuk ke dalam semak-semak.“Bukannya kamu suka memamerkan tubuh? Ini biar kamu bisa memamerkannya puas-puas.”Cara bermainnya semakin hari semakin nekat. Sampai pada suatu hari, dia menutup mataku dan membawaku naik ke sebuah mobil van.Aku berusaha melepaskan penutup mata, tapi baru saja tanganku menyentuhnya, Calvin langsung menariknya kembali dengan kasar. Dia memegang tanganku erat-erat hingga aku tak bisa bergerak sama sekali.“Jangan melawan, sebentar lagi aku ajak kamu main yang jauh lebih se






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.