Memegang model yang berbeda total membuatku tak bersemangat sama sekali.Terutama karena Tante Shinta ada di rumah, tiba-tiba aku merasa enggan melakukan apa pun dengan Wenny.Aku merasa diriku benar-benar pria brengsek, tapi tetap saja mendorongnya menjauh.“Wenny, aku benar-benar sudah mengantuk.”Melihatku bersikap acuh tak acuh, akhirnya Wenny berhenti memaksa dan membalikkan badan untuk tidur.Keesokan paginya saat terbangun, Wenny sedang duduk di tepi ranjang sambil menatapku dengan cemas.“Jack, kamu ada masalah, ya? Kalau ada masalah, kamu bisa ceritakan padaku. Kita cari jalan keluarnya sama-sama.”Aku menggeleng, tak tahu harus menjawab apa.“Nggak ada apa-apa, aku mau ke kampus dulu.”Usai bicara, aku pun segera kabur dari rumah Tante Shinta.Setibanya di kampus, hatiku dipenuhi rasa bersalah terhadap pacarku. Bagaimanapun juga, aku telah mengkhianatinya.Namun, aku benar-benar tak punya pilihan.Selama beberapa hari berturut-turut, aku tak menemui Wenny. Bukan bermaksud per
Read more