Share

Bab 2

Author: Star Harvest
Apalagi saat mendekat ke sampingku, seluruh tubuhnya terasa sangat panas.

Karena berjalan terlalu terburu-buru dan tergesa-gesa menghampiri pintu, tiba-tiba kakinya pun terpeleset.

Melihatnya hampir terjatuh, aku buru-buru mengulurkan tangan untuk menopangnya.

Begitu tanganku menyentuh lengannya, aku langsung merasakan tubuh Tante Shinta bergetar hebat.

Dengan wajah merona, dia berkata,

“Dasar kamu, apain… apain kamu ke sini? Bukannya sudah kubilang jangan ke sini?”

Sambil berbicara, tubuh Shinta perlahan mendekat lagi ke arahku.

Memeluk Tante Shinta memberikan sensasi yang sangat berbeda dibandingkan dengan pacarku sendiri.

Tanpa bisa menahan diri, tanganku yang melingkar di pinggangnya bergerak turun dan merapat ke bagian belakang tubuhnya.

Aku bisa merasakan Tante Shinta sangat sensitif, sekujur tubuhnya bergetar tanpa henti.

Meskipun begitu, dia tetap mendorongku pelan dengan wajah merona.

Bisa dibilang, sambil terus dipeluk olehku, dia juga mendorongku hingga merapat ke pintu.

Dengan begitu, aku dan dirinya berada dalam posisi yang berhadap-hadapan dengan wajah yang sangat dekat, sementara tubuh kami berdua menempel erat.

Bentuk tubuhnya yang dari tadi sudah membuatku bergairah, kini mendesak di dalam pelukanku, membuatku tak kuasa merasakan rangsangan.

Tanpa diragukan lagi, Tante Shinta juga merasakannya.

Rona merah di wajahnya bahkan sudah menyebar sampai ke telinga.

Namun, sambil menggigit bibir, dia mengunci pintu gudang, lalu menatapku dengan pandangan yang agak menghindar.

“Cepat lepaskan tanganmu, kamu mau apain? Aku ini ibu angkat pacarmu.”

Meski berkata seperti itu, tubuhnya tak mundur sama sekali, malah tetap menempel erat denganku.

Hal ini membuat mataku berbinar dan tanganku sama sekali tak menyia-nyiakan kesempatan untuk merabanya.

“Tante Shinta, aku bukannya sengaja mau melecehkanmu. Sebenarnya aku hanya mau membantumu. Kamu kelihatannya sangat hampa dan kesepian, tadi juga sempat menggunakan mainan….”

Belum selesai aku bicara, leher Tante Shinta sudah langsung memerah.

“Apa yang kamu bicarakan? Aku… sebenarnya aku….”

Belum sempat Tante Shinta menjelaskan, aku langsung terkekeh.

“Tante Shinta, kamu nggak perlu menjelaskan, aku paham kok. Bagaimanapun, ada begitu banyak mainan di dalam gudang.”

Mendengar kata-kataku, Shinta pun terdiam.

Kedua tanganku tak melepaskannya, melainkan terus bergerak-gerak di tubuhnya.

Hingga akhirnya aku menyadari bahwa tubuh Shinta terasa lemas tak berdaya dan dia sama sekali tak membantahku.

Aku tahu setelah rahasianya terbongkar, kini Shinta berada di bawah kendaliku.

Jika tidak, Shinta yang bertubuh montok di dalam pelukanku ini mustahil bisa bersikap begitu patuh.

Dengan dada yang memanas, aku bersiap untuk melangkah ke tahap berikutnya….

Tiba-tiba, ada orang berteriak memanggil dari luar,

“Bos Shinta ada? Aku, Kak Rudimu mau beli rokok.”

Mendengar ada orang yang datang, Shinta tampak sangat terkejut hingga wajahnya memucat.

Dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendorongku menjauh dari pelukannya.

Hanya saja, pelukan dari tubuh mudaku yang bugar tadi ditambah dengan tanganku yang tak bisa diam, rupanya membuat wanita yang sudah terbiasa dengan mainan itu merasa terlena.

Begitu terlepas dariku, kaki jenjangnya yang sangat putih di balik belahan kebaya tampak masih agak gemetar.

“Jack, dengarkan aku….”

Karena rahasianya sudah terbongkar, dia bahkan tak berani memarahiku lagi.

“Sebenarnya… sebenarnya aku sudah berumur empat puluh tahun dan sudah cerai, hari-hariku memang terasa agak sepi. Tapi, jangan salah paham, aku bukan wanita murahan seperti itu. Aku hanya… hanya punya hobi mengoleksi saja.”

“Semua mainan itu kubeli hanya untuk dilihat-lihat saja, belum pernah kupakai.”

Usai bicara, dia menatap ke arah pelanggan tetangga sebelah yang tak jauh dari sana. Tampak sorot mata memohon di tatapannya.

“Bisa nggak kamu membantuku merahasiakan hal ini? Tenang saja, asalkan kamu mau menjaga rahasia ini, aku akan memberimu uang jajan. Aku juga akan memuji-muji dirimu di depan putri angkatku… bagaimana menurutmu?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rahasia Ibu Angkat Pacarku   Bab 9

    Dia tak mau putus denganku semata-mata karena ingin mempermainkanku dan tetap menikmati kepuasan fisik yang kuberikan.Di sisi lain, dia juga bisa menikmati kepuasan materi dari pria lain.Pantas saja setiap kali liburan, dia tak pernah mengajakku. Ternyata karena ada orang lain yang diajak.Saat aku mau meminta putus dengannya, dia malah tak setuju.Namun, semua itu sudah tak penting lagi bagiku. Karena sekarang aku sudah punya Tante Shinta.Aku meletakkan ponsel itu di atas meja, lalu menatap Tante Shinta dengan pandangan yang bergairah.“Tante Shinta, aku sudah putus dengannya. Kamu mau coba sekarang? Bagaimana kalau bandingkan diriku dengan semua mainanmu itu?”Mendengar kata-kataku, wajah Tante Shinta langsung merona.“Jack, kamu benar-benar nakal sekali, malah membalas soal itu.”Aku terkekeh, lalu menindih Tante Shinta ke atas sofa.Keesokan harinya saat terbangun, aku sudah berada di kamar tidur Tante Shinta.“Kamu memang jauh lebih hebat daripada mainanku.”Setelah memberikan

  • Rahasia Ibu Angkat Pacarku   Bab 8

    Bisa-bisanya Tante Shinta memindahtangankan tokonya secepat itu.Biasanya dia tinggal di lantai atas toko tersebut, sekarang tokonya sudah dipindahtangankan, aku bahkan tak tahu harus mencarinya di mana.Aku hanya bisa terus meneleponnya, tapi panggilannya tetap tak diangkat.Saat ini, hatiku dipenuhi rasa penyesalan yang mendalam. Seandainya aku datang lebih awal tadi.Tante Shinta pasti juga merasa tidak nyaman, makanya dia sengaja memindahtangankan tokonya dan memilih untuk tak menemuiku lagi.Aku berjalan ke bawah sebuah pohon di seberang toko, lalu berjongkok di sana. Rasanya diriku seperti kehilangan separuh jiwa.Sambil memandangi minimarket di seberang jalan dengan tenang, bayangan tubuh Tante Shinta yang memikat terus bermunculan di dalam benakku.Kok dia bisa menghilang begitu saja?Aku bahkan sempat berpikir untuk bertanya pada Wenny, mungkin saja dia tahu apa yang sedang terjadi.Namun, dia tak mungkin mau memberitahuku.Dari pagi hingga malam, aku berjongkok di sana sambil

  • Rahasia Ibu Angkat Pacarku   Bab 7

    Memegang model yang berbeda total membuatku tak bersemangat sama sekali.Terutama karena Tante Shinta ada di rumah, tiba-tiba aku merasa enggan melakukan apa pun dengan Wenny.Aku merasa diriku benar-benar pria brengsek, tapi tetap saja mendorongnya menjauh.“Wenny, aku benar-benar sudah mengantuk.”Melihatku bersikap acuh tak acuh, akhirnya Wenny berhenti memaksa dan membalikkan badan untuk tidur.Keesokan paginya saat terbangun, Wenny sedang duduk di tepi ranjang sambil menatapku dengan cemas.“Jack, kamu ada masalah, ya? Kalau ada masalah, kamu bisa ceritakan padaku. Kita cari jalan keluarnya sama-sama.”Aku menggeleng, tak tahu harus menjawab apa.“Nggak ada apa-apa, aku mau ke kampus dulu.”Usai bicara, aku pun segera kabur dari rumah Tante Shinta.Setibanya di kampus, hatiku dipenuhi rasa bersalah terhadap pacarku. Bagaimanapun juga, aku telah mengkhianatinya.Namun, aku benar-benar tak punya pilihan.Selama beberapa hari berturut-turut, aku tak menemui Wenny. Bukan bermaksud per

  • Rahasia Ibu Angkat Pacarku   Bab 6

    Tepat saat aku sangat menantikannya, tiba-tiba raut wajahku berubah.Sialnya, pacarku, si Wenny malah pulang.Bukan hanya dia sendiri, melainkan bersama teman-teman seasramanya.Aku tak bisa menahan diri dan menghela napas, kesempatan ini gagal lagi.Melihatku berdiri di dekat pintu, Wenny berlari menghampiriku.“Sayang, terima kasih sudah membantu ibu angkatku jaga toko. Kamu pasti sudah lelah, ‘kan? Di mana ibu angkatku?”Melihat aku membeku di tempat tanpa bergerak, Wenny mencium pipiku, lalu berjalan masuk ke dalam bersama teman-teman seasramanya.Begitu melihat kondisi rak yang berantakan di dalam, Wenny langsung mengerutkan kening.“Ibu, ada yang datang menghancurkan toko?”Aku menoleh dan tak sengaja malah bertatapan dengan tatapan Tante Shinta yang canggung.Jelas sekali, dia juga tak menyangka Wenny akan pulang secepat ini.“Tadi ada orang yang berkelahi di sini sampai merobohkan raknya.”Tante Shinta segera mengalihkan pandangannya, lalu menjawab Wenny.Wenny buru-buru mengaj

  • Rahasia Ibu Angkat Pacarku   Bab 5

    Belum sempat aku mulai, tiba-tiba ada orang masuk dengan penuh amarah.Mulutnya terus mengomel,“Shinta! Dasar wanita jalang, suamiku sampai melukai orang lain gara-gara kamu, uang ganti ruginya harus kamu yang bayar!”Ternyata itu adalah seorang wanita paruh baya.Karena tak melihat Tante Shinta di dekat pintu, dia langsung melangkah masuk sambil terus memaki-maki.Untungnya kami terhalang oleh rak tadi. Jika tidak, adegan kami barusan pasti sudah ketahuan oleh wanita itu.Mendengar perkataan wanita itu, Tante Shinta mendorongku dengan panik. Dia merapikan pakaiannya dan berjalan keluar.Aku mengumpat dalam hati, karena wanita paruh baya itu telah merusak kesempatan bagusku. Aku pun hanya bisa menyusul ke depan.Begitu melihat Tante Shinta keluar, wanita paruh baya itu berniat menerkam dan memukulnya.“Semua ini gara-gara kamu, dasar jalang! Suamiku sampai tergila-gila denganmu, sampai-sampai membuat masalah. Aku bakal mencakar wajahmu sampai hancur hari ini!”Tante Shinta begitu keta

  • Rahasia Ibu Angkat Pacarku   Bab 4

    Di tengah gairah yang mendebarkan, tanganku agak gemetaran.Tanganku yang satu lagi buru-buru melonggarkan celanaku.Aku bisa merasakan tubuh Tante Shinta sudah lemas, sementara bokongnya yang terangkat mulai bergoyang lebih kuat.Brak!Suara barang-barang dari rak yang berjatuhan terdengar dari luar.“Kenapa? Emangnya hanya kamu saja yang boleh belanja? Aku nggak bisa? Bos Shinta membuka usaha untuk umum, aku juga pelanggannya.”“Sudah kubilang Shinta itu milikku, kalian semua pergi!”“Baru minum sedikit saja sudah nggak tahu diri. Emangnya kenapa kalau aku nggak pergi….”Sepertinya beberapa pelanggan mulai bertengkar, bahkan berujung berkelahi dan merobohkan rak barang.“Jack, gawat… aku harus keluar melihat keadaan.”Keributan itu berhasil menyadarkan Tante Shinta. Dengan panik, dia mencoba mendorongku menjauh.Entah apa lagi yang akan terjadi kalau keributan di luar dibiarkan terus. Kalau toko Tante Shinta sampai rusak, urusannya bakal repot.Meskipun sangat ingin melakukan sesuatu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status