Jam 9 pagi, Adhitama Tower lantai 32. Ruang rapat direksi. Ruangan paling dingin di seluruh gedung. AC nya selalu 16 derajat, meja dari marmer hitam. Hari ini, Reno duduk di salah satu kursi itu. Bukan sebagai orang penting. Tapi sebagai tersangka. Di depan Reno, ada tiga orang. Devan di tengah, wajah datar tanpa emosi. Pak Jono di kanan, dengan tumpukan file setebal kamus. Dan Aluna di kiri. Aluna memakai blazer hitam. Hari ini, dia tidak berdiri di belakang Devan sebagai asisten. Hari ini, dia duduk sejajar dengan Devan. Sebagai pelapor. Reno melihat Aluna, lalu tertawa kecil. "Wah, jadi ini ya rapat keluarga yang Mas bilang penting? Panggil adik sendiri ke ruang direksi, bawa istri saya juga? Mau kasih saya promosi jadi direktur?" Tidak ada yang tertawa. Devan mendorong satu map coklat ke arah Reno. Map itu meluncur di atas meja marmer. "Buka." Reno membuka map itu dengan santai. Tapi begitu melihat isinya, tangannya berhenti. Di dalamnya, ada 15 bukti transfer atas nama Kiya A
Last Updated : 2026-10-22 Read more