Kalau ngikutin perkembangan Haiver dari dulu, keluarga kecilnya sekarang sudah bertambah dengan dua buah hati. Yang pertama usia SD dan yang kedua masih TK. Uniknya, mereka punya ciri khas dalam membagikan momen keluarga - selalu pakai angle kreatif dan edukatif. Misalnya, saat liburan sambil belajar budaya, atau masak bersama dengan resep sehat. Ini bikin konten mereka beda dari selebgram keluarga kebanyakan yang cuma fokus ke gaya hidup mewah.
Setahu saya, pasangan selebgram Haiver punya dua orang anak. Yang paling sering dilihat di feed Instagram mereka adalah si sulung yang energik dan adiknya yang lucu. Mereka jarang memamerkan wajah anak-anak secara full, biasanya lebih fokus ke aktivitas atau dari belakang saja. Pola asuhnya cukup modern, terlihat dari cara mereka mendidik anak-anak untuk kreatif dan ekspresif.
Haiver dan suaminya dikaruniai dua anak yang sering muncul di konten-konten mereka. Keluarga ini terlihat sangat harmonis, dan mereka kerap membagikan momen kebersamaan yang hangat di media sosial. Anak pertama mereka sudah cukup besar, sementara yang kedua masih balita. Dari gaya parenting yang ditunjukkan, keduanya tampak sangat perhatian dan penuh kasih sayang.
Menariknya, meski termasuk public figure, Haiver dan pasangannya berhasil menjaga privasi anak-anak dengan baik. Mereka lebih memilih menunjukkan sisi kehidupan keluarga yang relatable tanpa overexpose. Ini salah satu alasan mengapa banyak penggemar merasa terhubung secara emosional dengan mereka.
Dua anak, satu cowok satu cewek. Mereka jarang mengumbar detail kehidupan anak-anak, tapi dari cerita-cerita singkat yang dibagi, keliatannya Haiver dan suami sangat hands-on dalam parenting. Bisa dilihat dari cara mereka menangani tantrum sampai memilih sekolah yang sesuai dengan minak anak.
2026-07-11 15:37:12
18
Tingnan ang Lahat ng Sagot
I-scan ang code upang i-download ang App
Kaugnay na Mga Aklat
Hasrat Terlarang Paman Suamiku
J Shara
10
38.1K
Warning, mengandung konten dewasa!
Dalam permainan penuh tipu daya, satu hasrat terlarang bisa mengubah segalanya.
Dipaksa menikah dalam perjodohan dengan seorang pewaris kaya yang tidak ia cintai, Lena bertekad untuk melarikan diri.
Rencananya? Menyamar sebagai wanita yang tidak menarik agar suaminya muak dan segera menceraikannya.
Namun segalanya tak berjalan sesuai rencana.
Neil River—paman dari suaminya yang misterius—adalah pria kejam dan berbahaya yang tahu jauh lebih banyak daripada yang seharusnya.
Bukan hanya menyadari penyamaran Lena, ia juga mengetahui kehidupan gandanya sebagai pemilik misterius klub karaoke elite yang dibicarakan para pria secara diam-diam.
Alih-alih membongkarnya, Neil justru tertarik.
Ia menggoda Lena, hingga wanita itu terjebak dalam permainan berbahaya—di mana batas antara moral, nafsu, dan cinta mulai kabur.
Bisakah Lena melepaskan diri dari pesona pria yang seharusnya tak pernah ia cintai—paman dari suaminya sendiri?
“Jadi? Kau berhasil merayu suamimu hari ini?”
“Tidak, Om. Aku sudah dandan cantik sejak subuh tadi, tapi… dia tetap saja jijik melihatku.”
“Lalu bagaimana kalau… aku yang tergoda?”
“Om… bercanda, kan?”
Hidup Brisa berubah drastis setelah sebuah kesalahan medis membawanya hamil meskipun masih perawan. Demi nama baik keluarga, ia pun dipaksa menikah dengan pria pilihan orang tuanya, seorang miliarder, pemilik perusahaan Hendratama Grup. Lantas, bagaimana nasib Brisa? Lalu, apa tanggapan sang miliarder jika tahu ini semua?
Warning, bacaan dewasa!!
Isyana Prameswari didepak dari mobil oleh ibu tirinya usai menentang pernikahan adik tiri dengan pria yang telah menjadi tunangannya selama dua tahun. Semua siasat licik itu dibuat demi mencegah Isyana mendapatkan harta warisan mendiang ayah kandungnya.
Ketika Isyana ingin menunggu taksi online di halte bus yang sepi, dirinya disergap beberapa pria bersetelan jas hitam yang menyuruhnya naik ke sebuah mobil mewah.
Ternyata bos pria-pria tadi bernama Harvey Adi Dharmawan. Seharusnya Harvey bertemu wanita bayaran yang akan dia nikahi secara kontrak untuk berpura-pura di hadapan neneknya yang memaksa dia menikah sebelum operasi pemasangan ring jantung.
Bodohnya, Harvey mencandai wanita bayaran itu mengenai umurnya yang telah menginjak 65 tahun padahal dia masih berusia 28 tahun. Wanita tersebut kabur bersembunyi dari Harvey saat akan dijemput di jalan yang sama dengan tempat Isyana didepak dari mobil tadi. Kedua wanita itu mengenakan gaun merah terang hingga terjadi kesalah pahaman di pihak Harvey dan para pengawalnya.
Dua orang dengan kebutuhan akan sebuah pernikahan dadakan yang sama. Akankah mereka saling menahan perasaan tertarik di awal jumpa ataukah membiarkan hasrat cinta yang berkuasa? Seperti apa pembalasan Isyana terhadap pengkhianatan tunangan dan adik tirinya serta kekejaman ibu tirinya?
Ikuti keseruan ceritanya di novel karya Agneslovely2014, Suami Dadakanku Ternyata Milyarder.
Menikah karena utang, Selina dipaksa memberikan keturunan bagi keluarga Theodore. Sialnya, sang suami justru menolak menyentuhnya dan mengabaikannya bagai pajangan.
Saat keputusasaan membakar habis akal sehatnya, Selina nekat melintasi batas terlarang. Ia menyerahkan dirinya pada Edgar, paman suaminya sendiri dalam satu malam panas yang liar.
Hubungan rahasia ini salah, tetapi pesona Edgar terlalu mematikan untuk dihindari. Terutama ketika ia sadar, sang paman tidak akan pernah melepaskannya lagi.
Warning 21+
"Lepas! Bagaimana kalau Ayahmu tahu kamu ada di dalam kamarku?"
"Aku mencintaimu, kamu tahu kan? Lalu kenapa kamu menikah dengan Papaku?"
Bella Aulia tidak bisa melepaskan diri dari dekapan Edgar Wijaya saat lelaki itu mencumbu dirinya tepat di malam pertamanya dengan Barta Wijaya ayah Edgar.
Bella terpaksa menikah dengan laki-laki tua, demi melunasi hutang kedua orang tuanya. Namun ternyata, Edgar anak dari Tuan Barta memiliki perasaan lebih pada ibu tirinya yang juga teman kuliahnya. Akankah hubungan terlarang mereka diketahui ayah dari Edgar? Bagaimana nasib Bella setelah keperawanannya justru diambil oleh anak tirinya sendiri?
Dipaksa Membesarkan Anak-anak Dari Selingkuhan Suami, Aku Memilih Pisah
Wulan
7
6.1K
Elvan membawa selingkuhan ketujuhnya yang sedang hamil kepadaku untuk melahirkan. Teman-temannya bahkan bertaruh, pada detik ke berapa aku akan mulai histeris dan kehilangan kendali. Namun sampai suara tangisan bayi terdengar dari ruang bersalin, tak ada satu pun suara amarah dariku.
"Elvan, ini sudah yang ketujuh. Kak Naura nggak mungkin benar-benar marah sampai nggak peduli lagi sama kamu, 'kan?"
Elvan menjawab santai, "Dia nggak bisa punya anak, sementara keluargaku sebesar ini."
"Cepat atau lambat aku pasti harus punya anak dengan perempuan lain untuk mewarisi keluarga. Mending dari sekarang punya lebih banyak anak supaya dia terbiasa."
Begitu kata-kata itu diucapkan, aku keluar sambil menggendong seorang bayi. Sesuai kebiasaan profesiku, aku mengumumkan dengan tenang, "Selamat, berat bayi 3,8 kilogram, ibu dan anak selamat."
Elvan tersenyum sambil menerima bayi itu, lalu menyerahkan selembar surat cerai kepadaku.
"Tandatangani saja. Ini cuma sandiwara buat menenangkan gadis itu. Dia ngotot aku harus cerai sama kamu dulu baru mau kasih aku anak kedua."
"Kalau anak kedua lahir, kita sudah punya delapan anak. Nanti siapa lagi yang berani bilang kamu nggak pantas jadi Nyonya Santiago?"
Permainan seperti ini sudah tujuh kali kumainkan bersama Elvan. Kali ini, aku menandatangani namaku tanpa ragu, lalu berbalik menerima lamaran pria lain.
Mungkin Elvan sudah lupa.
Bukannya aku tidak bisa punya anak, melainkan gen kami memang saling bertentangan. Kalau aku ingin punya anak, aku hanya perlu mengganti pria yang bersamaku.
Atas dasar apa dia berpikir aku akan rela membesarkan anak-anak wanita lain demi gelar "Nyonya Santiago"?
Cerita Haiver dan suaminya itu kayak plot romantis di novel-novel favorit gue. Mereka ketemu di acara komunitas buku tahun 2015, waktu diskusi tentang 'Pride and Prejudice'. Haiver lagi debat panas sama seseorang tentang karakter Mr. Darcy, tiba-tiba ada cowok pendiam di pojok ruangan yang nyelonong kasih argumen paling tajam. Dari situ mereka mulai sering ngobrol online, sampe akhirnya ngedate ala-ala book club jalan-jalan ke toko buku second. Lucu banget pas mereka cerita gimana pertemuan awalnya berasa kayak adegan meet-cute di film.
Yang bikin tambah seru, ternyata cowok itu dulunya nggak suka baca novel romance sama sekali! Tapi demi Haiver, dia rela baca semua rekomendasinya sampe akhirnya jatuh cinta beneran—baik sama bukunya maupun sama Haiver sendiri. Sekarang mereka malah punya rak buku khusus berdua di rumah.
Saya selalu penasaran dengan dinamika rumah tangga Haiver dan pasangannya. Dari beberapa konten yang sempat mereka bagikan, terlihat hubungan mereka cukup harmonis dengan sentuhan humor yang natural. Haiver sering menunjukkan bagaimana mereka membagi tugas rumah tangga tanpa terlalu kaku, misalnya bergantian masak atau bersih-bersih. Yang menarik, mereka juga suka membuat konten bersama, seperti tantangan masak atau reaksi terhadap tren viral.
Tapi bukan berarti semuanya mulus. Beberapa kali Haiver bercerita tentang konflik kecil seperti beda pendapat dalam mengatur keuangan atau memilih film untuk ditonton. Justru ini yang bikin relatable - mereka tidak memproyeksikan hubungan sempurna, tapi menunjukkan bagaimana komunikasi dan kompromi bekerja dalam kehidupan nyata.
Mengikuti kabar terbaru dari dunia hiburan, Haiver adalah karakter fiksi dari sebuah cerita atau konten tertentu, bukan sosok nyata. Jadi, pertanyaan tentang siapa suaminya di dunia nyata mungkin berasal dari kesalahpahaman. Karakter seperti ini biasanya memiliki latar belakang yang dibangun oleh penulis atau kreatornya, dan hubungan personal mereka tetap bagian dari narasi fiksi.
Kalau kita bicara tentang aktor atau seiyuu yang mengisi suara Haiver (jika dia karakter animasi/game), informasi tentang kehidupan pribadi mereka bisa ditemukan di wawancara atau media sosial. Tapi ingat, privasi mereka harus dihormati—kita bisa mengagumi karya tanpa terlalu jauh mengorek kehidupan di balik layar.
Haiver adalah sosok yang cukup dikenal di komunitas penggemar konten kreatif, tapi sepertinya dia menjaga privasi keluarganya dengan baik. Dari beberapa obrolan di forum penggemar, suaminya disebut terlibat di industri kreatif juga—entah sebagai penulis, musisi, atau mungkin produser. Tapi Haiver sendiri jarang banget membahas detail pekerjaan pasangannya, lebih fokus ke konten yang dia buat. Mungkin ini bentuk respect terhadap ruang pribadi mereka berdua ya. Aku sih salut sama cara dia menyeimbangkan kehidupan publik dan privat.
Justru menurutku ini hal yang keren, di era dimana semua orang bisa overshare, Haiver memilih untuk nggak menjadikan keluarga sebagai konten. Kalau pun suaminya punya proyek tertentu, kayaknya bakal diumumin kalau memang sudah waktunya. Sementara ini, yang jelas mereka terlihat harmonis dan itu yang paling penting!