Dari obrolan dengan beberapa kru lokal, syuting 'Amelia dan Jody' ternyata mobile banget. Mereka mulai dari daerah Puncak untuk scene flashback masa kecil, terus ke Situ Patenggang yang difilmkan dari angle khusus biar mirip danau alpine. Adegan pasar tradisionalnya justru syuting di Pasar Baru Bogor yang sudah jarang difilmkan, padahal arsitekturnya vintage banget.
Yang bikin penasaran, beberapa adegan jalan-jalan kota itu ternyata mengambil gambar di area Suryakencana Bogor yang biasanya cuma jadi latar film tahun 90an. Katanya sih biar dapet nuansa nostalgia tanpa terlalu obvious. Waktu hunting lokasi, production designer-nya sengaja cari tempat-tempat yang punya texture unik kayak dinding retak atau lantai keramik jadul.
Kabarnya lokasi syuting dipilih berdasarkan karakter tokohnya - Amelia yang cosmopolitan difilmkan di kawasan Braga dengan café-café arthouse, sementara Jody banyak scene di sekitar sawah Ciwidey yang kontras banget. Spot favoritku yang sempat kebocoran di medsos itu rumah pohon dekat Gunung Pancar, tempat adegan bercerita sambil liat sunset. Beberapa scene terakhir malah mengambil lokasi di bekas pabrik kina Bandung yang sudah direnovasi partial, jadi ada kesan industrial-meets-vintage.
Mengikuti perkembangan produksi film indie belakangan ini, lokasi syuting 'Amelia dan Jody' terpantau di beberapa spot iconic Jawa Barat. Pengambilan gambar utama dilakukan di Lembang, khususnya sekitar area De Ranch dengan suasana rustic yang pas untuk adegan-adegan pastoral dalam cerita. Beberapa scene urban justru mengambil lokasi di sudut-sudut Bandung yang kurang terekspos, seperti gedung Art Deco di Jalan Braga atau lorong-lorong kreatif di Dago Pojok.
Yang menarik, kru sempat viral karena membangun set mini di tengah perkebunan teh Malabar untuk adegan klimaks. Beberapa vlog behind-the-scenes menunjukkan proses syuting malam hari di Curug Malela dengan pencahayaan natural lentera yang menciptakan atmosfer magis. Dari pantauan akun fans, mereka juga menggunakan rumah-rumah tradisional Sunda di Kampung Adat Cirendeu sebagai lokasi pengambilan gambar keluarga Jody.
2026-07-20 15:24:55
9
Leer todas las respuestas
Escanea el código para descargar la App
Related Books
Duda dan Janda Bertetangga
Black Aurora
10
95.0K
Kintan adalah seorang wanita yang baru saja menjanda setelah ditinggal suaminya yang meninggal karena kecelakaan kerja.
Karena tak tahan dengan gunjingan para tetangga sejak ia menyandang status janda, Kintan pun memutuskan untuk pindah tempat tinggal dari rumah ke sebuah apartemen untuk memulai hidup baru bersama kedua anaknya yang masih berusia 3 dan 8 tahun.
Iqbal adalah tetangga yang tinggal di apartemen sebelah Kintan, seorang duda dan hot daddy yang memiliki satu anak perempuan berusia 14 tahun.
Dan ketika dua orang yang sama-sama memiliki luka serta trauma pada pernikahan di masa lalu itu bertemu, apakah mereka akan sanggup menyambut cinta yang tiba-tiba datang untuk mengetuk?
Ini adalah kisah cinta yang tidak sempurna, sebuah cinta yang datang pada kesempatan kedua, di saat hati yang terluka tidak pernah mengharapkan kehadirannya.
Di kehidupan pertamanya, Anindya baru menyadari ketulusan suami dan anaknya setelah mereka tewas dalam kecelakaan pesawat. Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA—hari pertama bertemu Arkana Pratama.
Kali ini, ia tak akan memilih pria yang salah.
Ia akan mengejar Arkana, memperbaiki takdir, dan merebut kembali keluarga yang pernah ia sia-siakan.
Sheravina Danilova, seorang model seksi blasteran Rusia, terpaksa menikah dengan Kevin Alejandro Bagaskara, duda 40 tahun yang merupakan mantan suami dari Selena bibi Sheravina karena sebuah insiden satu malam. Kevin adalah seorang chef sekaligus pemilik restoran, baik, jujur, tampan dan juga sangat mapan. Namun sayangnya tak bisa memberikan keturunan kepada Selena sehingga membuat Selena menceraikannya.
Clarabella Sutomo, diusianya yang sudah kepala tiga itu dia harus terpaksa tetap melajang karena sang kekasih yang notabene sudah memiliki isteri itu memaksanya menjalani hubungan terlarang dengan dokter jantung yang sudah dipacarinya sejak lama.
Arga Yoga Saputra, dokter jantung dengan sejuta pesona itu harus terpaksa menjalani pernikahan atas kehendak orang tuanya, menikahi Indira Yustina Pramudhita, anak pemilik rumah sakit tempatnya bekerja. Arga sampai kapanpun hanya mencintai Clara, membuat dia melakukan segala cara untuk bisa tetap memiliki kekasihnya itu.
Lantas bagaimana dengan istri dari Arga? Dan bagaimana jika ada pria ambisius lain yang datang dan menginginkan Clara? Apa yang akan terjadi dan siapa yang akan memiliki hati residen anestesi itu sepenuhnya?
Sebuah cerita yang menyadarkan kita bahwa sebenarnya perselingkuhan itu bisa terjadi pada siapa saja, dengan alasan apa saja.
Bahwa sebenarnya bukan cinta yang mendasari semua itu ada, melainkan nafsu dan ambisi yang perlahan-lahan mendorong manusia untuk berbuat tidak selayaknya.
Surakarta, 9 September 2021
Seorang wanita yang terluka parah terbaring di kubangan berlumpur dan punggung tangannya ditindih oleh kaki seorang wanita. Hidupnya sudah berada di ujung tanduk. Dia yang telah berlumuran darah, namun matanya masih bersinar, dipenuhi dengan kebencian. Pemandangan kini menjadi sangat menakutkan di malam yang hujan badai yang deras itu.
Wanita itu ketakutan setengah mati, tetapi segera memulihkan semangat balas dendamnya. Mereka siap melemparkannya ke dalam lubang, seolah-olah dia hanyalah benda sekali pakai. Namun setiap inci tubuhnya menolak untuk menyerah kepada takdir. Saat dia mulai kehilangan kesadaran, seluruh hidupnya melintas di depan matanya. Dia tidak pernah membayangkan hal ini bisa terjadi, tetapi sekarang dia tahu dan semuanya sudah terlambat.
Andai saja dia tidak jatuh cinta pada orang yang salah. Andai saja dia tidak menyia-nyiakan enam tahun hidupnya, dipermalukan di penjara, hanya karena seorang pria yang berjanji akan menikahinya dan membahagiakannya. Andai saja dia tidak memutuskan hubungan dengan keluarganya tanpa ragu-ragu. Jika dia tidak melakukan semua ini, mungkin ayahnya tidak akan pernah mengalami serangan jantung, mungkin ibunya tidak akan mengalami luka bakar. Dan saudaranya tidak akan diracuni, dinyatakan mati otak, dan dikutuk untuk tetap berada dalam kondisi cacat selama sisa hidupnya!
Trauma membuat Jovie Montgomery untuk tidak ingin menikah. Ayahnya pergi meninggalkan ibunya begitu saja, menyisakan luka yang amat dalam untuk Jovie. Baginya semua pria sama. Pria akan pergi di kala rasa cinta sudah hilang dan kejenuhan melanda. Hal tersebut membuat Jovie memagari dirinya agar tak jatuh cinta pada pria mana pun di dunia ini.
Sampai suatu ketika takdir mempertemukan Jovie dengan Jace Sherwood—Casanova tampan—yang banyak digilai wanita. Jace merasa tertantang dengan segala penolakan Jovie. Hingga pada suatu saat, Jace bertaruh dengan teman-temannya mendapatkan Jovie. Namun, sayangnya pertaruhan itu terbongkar. Jovie yang tadinya mulai jatuh hati pada Jace, menjadi menjauh pergi.
Ini adalah kisah rumit antara Jovie dan Jace. Jovie yang tak percaya pada pria manapun, malah terjebak jatuh cinta pada sosok Casanova yang meninggalkan luka padanya. Lantas bagaimana kelanjutan kisah Jovie dan Jace? Mampukah Jace mendapatkan Jovie kembali?
***
Follow me on IG: abigail_kusuma95
Di antara semua hubungan yang pernah kubaca dalam fiksi, dinamika Amelia dan Jody benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Mereka bukan sekadar teman atau musuh, tapi lebih seperti dua sisi dari koin yang sama—saling melengkapi sekaligus bertolak belakang. Amelia, dengan kepribadiannya yang cerewet tapi penuh perhatian, sering menjadi penyaring realistis bagi idealisme Jody yang kadang melambung tinggi. Aku suka bagaimana penulis menggambarkan konflik kecil mereka, seperti ketika Jody nekat mengambil risiko besar dalam arc kedua, dan Amelia harus 'menyelamatkannya' dengan logika dinginnya. Tapi justru di situlah chemistry mereka bersinar: perbedaan yang memaksa mereka tumbuh bersama.
Yang bikin hubungan mereka special menurutku adalah cara mereka menjaga satu sama lain tanpa kehilangan individualitas. Di chapter 17, ada adegan Amelia diam-diam mengganti buku catatan Jody yang rusak setelah tahu itu pemberian almarhum ibunya—tindakan kecil yang bicara lebih keras daripada dialog romantis apa pun. Hubungan mereka itu seperti teh pahit yang ditambah gula pas dikit-dikit: kompleks, autentik, dan bikin nagih.
Ada sesuatu yang tragis sekaligus indah tentang bagaimana hubungan Amelia dan Jody berakhir. Mereka berdua seperti dua pelari maraton yang awalnya saling mendukung, tapi akhirnya menyadari bahwa garis finis mereka berbeda. Jody memilih untuk tinggal di kampung halaman, mengurus warung keluarganya yang hampir bangkrut, sementara Amelia melanjutkan petualangannya sebagai fotografer perjalanan.
Terakhir kali mereka bertemu di bandara, ada dialog sederhana yang bikin merinding: 'Kamu yakin nggak mau ikut?' tanya Amelia sambil memegang tiket ke Nepal. Jody cuma geleng, lalu tersenyum pahit. Mereka berpelukan, dan itu lebih bermakna daripada ribuan kata. Endingnya terbuka—tapi menurutku, justru di situlah keindahannya. Hidup nggak selalu harus ada closure sempurna, kan?
Episode terakhir benar-benar memberikan kejutan besar bagi penggemar Amelia dan Jody! Aku sempat menduga-duga hubungan mereka sejak pertengahan musim, tapi penyelesaiannya justru lebih kompleks dari yang kubayangkan. Adegan klimaks di menit-menit terakhir menunjukkan Jody akhirnya mengungkapkan perasaannya setelah sekian lama diam-diam melindungi Amelia. Tapi twist-nya? Amelia ternyata sudah tahu sejak awal dan sengaja 'berpura-pura' tidak menyadarinya karena trauma masa lalu.
Yang bikin gregetan, justru endingnya dibiarkan menggantung! Mereka berdua berdiri di tepi jembatan sambil memegang benda peninggalan orang tua Amelia - simbol bahwa Jody sekarang menjadi bagian dari 'keluarga' yang selama ini dia jaga. Penggemar shipping pasti senyum-senyum sendiri, tapi bagi yang suka closure jelas, mungkin agak frustasi karena tidak ada adegan kiss atau pengakuan langsung. Tapi menurutku, justru ending simbolis seperti ini lebih memorable dan memberikan ruang untuk interpretasi masing-masing penonton.
Ada sesuatu yang menggoda tentang ketidakpastian karakter seperti Amelia dan Jody. Dari pengamatan terhadap pola cerita di serial sejenis, kembalinya mereka bisa sangat tergantung pada bagaimana hubungan mereka di season 1 diselesaikan. Jika ada unresolved tension atau cliffhanger, kemungkinan besar mereka akan kembali untuk memberikan closure atau bahkan melanjutkan konflik. Aku sering melihat bagaimana penulis suka memainkan emosi penonton dengan membawa kembali karakter yang sebenarnya sudah 'selesai'.
Di sisi lain, terkadang kepergian seorang karakter justru membuat cerita lebih kuat. Jika season 1 sudah memberikan ending yang pas untuk mereka, memaksakan kembalinya bisa terasa dipaksakan. Tapi, hey, ini hiburan! Penggemar selalu punya power untuk memengaruhi keputusan produser lewat social media. Jadi, jangan ragu untuk ramai-ramai tag akun resmi serialnya kalau memang pengen mereka balik!