Terluka karena pengkhianatan sang tunangan, Lily melampiaskannya dengan menenggak tiga gelas cocktail hingga mabuk. Saat tersadar, Lily mendapati dirinya berada di kamar bersama seorang pria asing bernama Arsen. Kesal karena Arsen malah menganggapnya pelacur, Lily melayangkan tamparan ke pipi pria itu.
Nahasnya dua hari kemudian dia malah bertemu lagi dengan Arsen di sebuah pesta. Pria itu ternyata memiliki hubungan dekat dengan tunangan yang sudah membuat hati Lily hancur.
Lily semakin dibuat tak percaya saat Arsen tiba-tiba saja malah menawarkan sebuah pernikahan kontrak padanya.
“Pernikahan kontrak? Kenapa kamu tiba-tiba menawarkan pernikahan?” tanya Lily.
“Kalau bukan menikah denganku, pria yang pertama kali tidur denganmu, siapa yang akan menerimamu menjadi istri?” balas Arsen dingin.
Season 1 : Bab 1 ~ 102
Season 2 : Bab 103 ~ 198
Bonus Chapter : 199 ~ on going
~~~~
Demi keluarga dan balas budi, Lintang Amalthea akhirnya setuju menggantikan posisi saudara perempuann untuk menjadi mempelai wanita dalam pernikahan politik yang saling menguntungkan.
Asma meminta cerai padaku setelah aku menagih hutangnya. Bukankah hutang memang wajib dibayar? Kenapa dia harus marah saat ditagih? Dasar istri durhaka.
Azmir Levon Leonardo, bukanlah pria sembarangan. Dia pemilik perusahaan LEO Group, perusahaan minyak terbesar dan bergengsi di dunia. Demi membasmi pengkhianat dan tikus-tikus busuk di perusahaannya, Levon sengaja menyamar sebagai cleaning service. Rela dihujat dan dibenci, tetapi kemudian balas membantai tanpa ampun. Namun tak disangka, pengkhianat utama justru adalah calon istrinya sendiri.
Bagaimana sikap Levon terhadap calon istrinya? Apakah dia akan menghukum atau memaafkan calon istrinya? Dan adakah pengkhianat lain yang dekat dengan Levon?
Duda beranak satu itu benar-benar sedingin es, tatapannya tajam setajam scalpel yang biasa ia gunakan ketika berperang di dalam ruang operasi.
Sosok menyebalkan yang kemudian membuat dia harus mengulang Stase bedahnya sekali lagi, sosok yang kemudian berada dalam pelukannya ketika ia sadar dari sisa mabuk semalam.
Dunianya runtuh ketika ia sadar dari kecelakaan itu tumbuh janin di rahimnya, apa yang kemudian akan Selly lakukan?
Apa tanggapan Dokter Anggara Tanjaya, dokter bedah sedingin es itu atas kehamilannya?
Cover by : Reistyaa
"Jadi tante yang sudah bunuh ayahku? Kalung liontin ini milik tante, kan?" teriak Ryu dengan murka. Rahangnya mengeras dengan netra merah berkilat.
"Bu-bukan seperti itu, Nak. Biar tante jelaskan." Wanita bangsawan yang cantik itu ketakutan melihat wajah Ryu yang berubah drastis. Dia mundur ke belakang dengan gemetar.
Ryu mendekat padanya, dengan wajah bengis. "Jelaskan tentang kalung ini," desisnya lirih tepat di wajah sang wanita.
Mata itu selalu jadi topik obrolan panas di komunitas fans—jadi pernah kepikiran seberapa lama sebenarnya Kakashi bisa pakai Sharingan setelah ditransplantasi?
Dari yang saya tangkap di manga dan anime 'Naruto'/'Naruto Shippuden', Kakashi menerima mata Sharingan milik Obito ketika mereka masih remaja. Mata itu nggak cuma bertahan beberapa hari atau bulan; Kakashi memakainya sepanjang sisa kariernya sampai puncak Perang Dunia Ninja Keempat. Jadi kalau dihitung dari momen transplantasi sampai akhir perang, durasinya sekitar belasan tahun — umumnya fans menyebut sekitar 15–20 tahun tergantung linimasa yang dipakai sebagai patokan.
Hal pentingnya: mata itu terus aktif dan menyedot chakra Kakashi tanpa bisa dimatikan, sehingga ia sering kelelahan kalau pakai teknik Mangekyou seperti Kamui berulang kali. Di akhir perang ia kehilangan Sharingan itu secara permanen (setelah peristiwa besar terkait Obito dan penggunaan energi yang ekstrem), sehingga ia kembali tanpa Sharingan di epilog. Intinya, mata itu bertahan lama secara kronologis, tapi selalu dengan biaya besar untuk tubuh dan chakra Kakashi.
Masih terekam jelas di pikiranku momen itu: mata Sharingan Kakashi akhirnya kembali tampil normal setelah Perang Dunia Shinobi Keempat usai.
Di puncak konflik melawan Kaguya, Kakashi sempat menggunakan versi sementara dari kedua Mangekyō Sharingan berkat dukungan roh Obito—itu salah satu adegan paling epik yang pernah kubaca. Obito, yang tadinya jadi musuh, pada akhirnya memberikan energi dan pengertian kepada Kakashi sehingga mereka bisa bekerja sama untuk menutup Kaguya. Setelah semua selesai dan perang berakhir, kekuatan Sharingan yang ada di mata Kakashi lenyap; mata kiri itu kembali normal karena Sharingan yang ditanamkan padanya bukan asli darah Uchiha dan bergantung pada kondisi khusus yang terjadi saat perang.
Intinya: mata Kakashi kembali normal tepat setelah akhir perang dan epilognya; di bab-bab terakhir manga dan adegan setelahnya ia sudah tampak dengan mata biasa, yang kemudian konsisten sampai lintasan ceritanya berlanjut di 'Boruto'. Aku masih suka membayangkan dialog pendiam antara Kakashi dan bayangan Obito setelah itu—momen yang hangat sekaligus pahit.
Ada beberapa tempat yang bisa dicoba untuk membaca 'Sasuke Uchiha’s Sharingan Legend Vol. 2' online. Aku biasanya mulai dengan platform legal seperti Shonen Jump atau Viz Media, karena mereka sering menyediakan manga resmi dengan terjemahan berkualitas. Kalau mau yang gratis, MangaPlus juga kadang menawarkan bab-bab tertentu, meski tidak selalu lengkap.
Selain itu, komunitas penggemar di Reddit atau forum khusus manga sering berbagi info tentang situs aggregator. Tapi hati-hati dengan situs ilegal—kadang kualitas gambarnya jelek atau malah berisi malware. Aku lebih suka mendukung karya resmi supaya industri manga tetap sehat.
Mata itu sering terasa seperti pedang bermata dua bagi Sasuke—kuat luar biasa, tapi punya sisi rapuh yang sering dipakai lawan-lawannya untuk membalikkan keadaan.
Dari sisi teknis, Sharingan memberinya keunggulan besar: baca gerakan, batalkan genjutsu, dan tiru jurus. Tapi semua itu nggak gratis. Mengaktifkan Sharingan dan apalagi Mangekyō menguras chakra dan stamina. Di pertarungan panjang, kemampuan prediksi mata itu turun drastis kalau pengguna kehabisan tenaga—gerakan yang tadinya bisa dia baca jadi kabur karena kelelahan. Selain itu, teknik Mangekyō sering punya dampak fisik serius; penggunaan berulang bisa membuat penglihatan menurun sampai buta, jadi ada batasan taktis kapan Sasuke bisa mengandalkan power itu tanpa membayar harga permanen.
Ada juga batasan konseptual. Sharingan unggul pada membaca pola gerak dan niat lewat aliran chakra, tapi kurang efektif melawan teknik yang nggak mengandalkan pola gerak biasa: jurus ruang-waktu, serangan tak kasat mata di luar bidang penglihatan, atau strategi yang memanfaatkan lingkungan—misal semprotan asap tebal, serangan dari jauh, atau serangan yang memanfaatkan sensor lain (suara, sentuhan, bahkan pengguna yang menutupi aliran chakranya). Lawan pintar bakal memaksa Sasuke keluar dari zona nyaman matanya: gunakan serangan berlapis, penipuan waktu, atau kerja tim untuk menekan dari banyak sisi. Belum lagi faktor psikologis—ketergantungan pada mata bisa bikin overconfidence; kalau Sasuke terpancing emosi dan memaksakan teknik Mangekyō, dia bisa jadi lebih mudah dieksploitasi.
Intinya, Sharingan itu senjata mematikan, tapi bukan jalan pintas. Dalam duel yang ideal bagi Sasuke—one-on-one, dengan ruang visual yang jelas—mata itu mendominasi. Namun dalam perang yang kacau, penuh gangguan, atau melawan musuh yang menargetkan stamina dan penglihatan, kelemahan Sharingan sering menjadi titik balik. Sebagai fans yang sering mengulang adegan duel di 'Naruto', momen-momen ketika strategi lawan memaksa Sasuke turun dari podium mata itu selalu paling bikin deg-degan; terasa realistis, karena kekuatan besar selalu punya harga.
Gambaran itu masih terpampang jelas di benakku: mata Sasuke menyala, tiga tomoe mulai muncul, dan halaman itu langsung membuat suasana menjadi tegang. Menurut manga, Sharingan Sasuke pertama kali terlihat di 'Naruto' pada chapter 17 (sekitar volume 3), saat insiden di Jembatan menuju Kota—adegan-adegan sepanjang arc Land of Waves memang penuh emosi dan tekanan. Di panel tersebut, ekspresi Sasuke berubah pasca konfrontasi dengan musuh, dan Kishi menunjukkan kemunculan mata khas Uchiha dengan cara yang dramatis.
Sebagai pembaca yang waktu itu masih muda, adegan itu terasa seperti titik balik: bukan cuma sekadar trik mata, tapi sebuah penanda masa lalu Sasuke dan kemampuan khusus keluarganya. Kemunculan Sharingan di chapter itu juga jadi sinyal bagi pembaca bahwa ada lapisan tragis dan sejarah besar di balik karakternya. Seiring cerita berjalan, Sharingan itu berkembang jadi elemen penting—menghubungkan ke cerita Itachi, balas dendam, dan plot yang lebih luas. Aku masih suka melihat ulang panel itu karena Kishi berhasil menanamkan beban emosional hanya lewat close-up mata, pencahayaan, dan ekspresi.
Jadi intinya, kalau mau menunjuk momen pertama dalam manga, chapter 17 adalah jawabannya—momen kecil yang sekaligus meramalkan perjalanan panjang Sasuke. Sampai sekarang tiap kali aku membaca ulang volume itu, detik-detik ketika mata Sasuke muncul tetap bikin merinding, karena rasanya seperti awal dari sesuatu yang jauh lebih gelap dan rumit.
Kalau ngomong soal Mangekyō Sharingan, aku selalu kebayang momen-momen dramatis di 'Naruto' yang bikin bulu kuduk merinding. Aku biasanya jelasin ini ke teman yang baru nonton: Mangekyō Sharingan nggak aktif cuma karena latihan atau latihan tatapan mata doang—ia butuh pemicu emosional yang sangat kuat. Biasanya itu berupa kehilangan seseorang yang benar-benar dekat atau trauma psikologis yang dalam, bukan sekadar luka fisik. Saat emosi itu mencapai puncaknya, Sharingan yang sudah matang bisa berevolusi jadi Mangekyō, memunculkan pola mata baru yang unik buat setiap pemiliknya.
Dari sudut pandang penggemar yang suka nangis bareng karakter, momen-momen seperti kematian, pengkhianatan, atau rasa bersalah ekstrem sering jadi pemicu. Efeknya bukan cuma estetika; pemilik Mangekyō bisa mengakses jurus-jurus kuat seperti genjutsu intens, teknik api hitam, atau kemampuan ruang-waktu—kekuatan yang biasanya datang dengan harga mahal: penggunaan berulang membuat penglihatan memburuk hingga beresiko buta. Ada juga jalan untuk mengatasi batasan itu: kalau dua mata Mangekyō dari dua Uchiha yang punya hubungan darah digabungkan lewat transplantasi, pemilik baru bisa mendapatkan Eternal Mangekyō Sharingan yang nggak lagi cepat menurun. Itu bikin dinamika cerita makin greget, dan setiap kali aku ngebahasnya di forum, rasanya kayak ngobrol panjang sama kawan lama tentang hal yang kita cintai. Aku selalu kembali terkesima sama bagaimana satu konsep sederhana bisa punya konsekuensi emosional dan teknis yang mendalam.
Mikoto Uchiha adalah karakter yang jarang dieksplorasi secara mendalam dalam narasi 'Naruto', tetapi ada beberapa petunjuk menarik tentang kemampuannya. Sebagai ibu dari Sasuke dan istri Fugaku, dia berasal dari klan Uchiha yang terkenal dengan Sharingan mereka. Namun, dalam canon resmi, tidak ada adegan atau pernyataan yang menunjukkan Mikoto pernah mengaktifkan Mangekyou Sharingan. Biasanya, pengguna Mangekyou seperti Itachi atau Shisui memiliki backstory traumatis yang memicu kekuatan itu—sesuatu yang tidak pernah dibahas tentang Mikoto.
Meskipun fanbase sering berspekulasi tentang potensi tersembunyinya (misalnya, apakah dia mungkin memiliki Mangekyou tetapi tidak sempat menggunakannya sebelum pembantaian klan Uchiha), Kishimoto sendiri tidak memberikan konfirmasi. Justru, perannya lebih sebagai figur maternal yang stabil dibanding pejuang. Aku pribadi merasa jika dia memang memilikinya, itu akan menambah lapisan tragedi pada kisah keluarganya—tapi mungkin kurang relevan dengan alur utama.
Pertanyaan ini sering muncul di forum diskusi 'Boruto', dan menurutku, perbandingannya seperti apel dan jeruk. Jougan, mata misterius Boruto, masih belum sepenuhnya dijelaskan dalam manga, tapi dari yang terlihat di anime, ia memiliki kemampuan untuk melihat aliran chakra dan bahkan mendeteksi ancaman dimensi lain. Sharingan, di sisi lain, sudah memiliki sejarah panjang dengan evolusi dari basic sampai Mangekyou, dengan jutsu seperti genjutsu tingkat tinggi dan Amaterasu.
Yang bikin Jougan menarik adalah potensinya. Karena masih baru, mungkin kekuatannya belum sepenuhnya terungkap. Tapi Sharingan sudah terbukti jadi salah satu dojutsu paling kuat di 'Naruto'. Jadi, untuk sekarang, Sharingan masih lebih unggul dalam hal variasi kemampuan dan pengembangan karakter. Tapi siapa tahu? Mungkin di arc berikutnya, Jougan akan menunjukkan sesuatu yang benar-benar revolutionary.
Membicarakan asal-usul Rinnegan dan Sharingan dalam 'Naruto' seperti menyelami lautan sejarah yang dalam dan penuh misteri. Rinnegan, yang dianggap sebagai kekuatan tertinggi di dunia shinobi, diprakarsai oleh Sage of Six Paths, yaitu Hagoromo Ōtsutsuki. Dia adalah yang pertama kali mengembangkan Rinnegan daripada suku Ōtsutsuki. Kekuatannya ternyata sangat luas, mencakup kemampuan seperti menguasai semua elemen chakra, teknik penyegelan, dan tentunya, yang terkenal, Tailed Beast Control. Semua ini menciptakan keseimbangan antara kehidupan dan kematian dalam alam semesta yang kaya ini. Rinnegan bisa dikatakan sebagai simbol dari evolusi dan keinginan untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Ini menjadi perwakilan dari ambisi dan ideologi dari setiap karakter yang berusaha mengejar kekuatan, seperti Madara Uchiha dan Nagato.
Di sisi lain, Sharingan adalah turunan dari Rinnegan dan merupakan warisan klan Uchiha. Sharingan muncul dari emosi yang mendalam, seperti cinta dan kehilangan. Awalnya dimiliki oleh Indra Ōtsutsuki, keturunan pertama dari Sage of Six Paths, Sharingan berkembang seiring dengan konflik dan drama. Dengan kekuatan yang memukau, Sharingan memberikan kemampuan untuk melihat chakra dan menyalin teknik jutsu, serta memiliki teknik lain seperti Tsukuyomi dan Amaterasu. Banyak karakter ikonik, termasuk Sasuke dan Itachi Uchiha, telah mewarisi dan mengasah kekuatan ini melalui berbagai pertarungan mengesankan, menjadikannya simbol keahlian dan tragedi dalam cerita.
Keduanya—Rinnegan dan Sharingan—bukan hanya sekedar alat untuk menjadi kuat, tetapi juga menjadi cerminan dari perjalanan batin para karakter dalam menghadapi takdir dan kematian. Dalam hal ini, kedua kekuatan ini menjadi jembatan antara keluarga, harapan, pengorbanan, dan pertarungan. Keseimbangan antara kekuatan dan tanggung jawab, serta bagaimana semua hal ini terhubung dengan sejarah yang menyakitkan, benar-benar membuat saya terkesan.
Menyelami sejarah Sharingan Sasuke selalu terasa seperti membuka buku legenda yang penuh luka dan dinamika keluarga—ada mitos panjang, politik klan, dan tragedi pribadi yang membentuk setiap perkembangan matanya.
Secara garis besar, Sharingan bukan muncul entah dari mana; itu adalah warisan mata dari garis keturunan Ōtsutsuki lewat cucu Hagoromo: Indra, yang menjadi nenek moyang klan Uchiha. Dalam mitologi dunia 'Naruto', Kaguya punya kekuatan mata luar biasa, lalu anaknya Hagoromo (Sage of Six Paths) mewariskan aspek-aspek kekuatan itu kepada anak-anaknya. Indra menerima benih bakat visual—yang akhirnya berkembang jadi kekkei genkai khas Uchiha: Sharingan. Jadi akar Sharingan Sasuke sebenarnya gabungan takdir keturunan dan warisan roh Indra yang berulang kali bereinkarnasi di garis keturunan Uchiha.
Namun, Sharingan itu juga sangat dipengaruhi emosi. Uchiha biasanya membuka Sharingan saat mengalami tekanan emosional ekstrem—ketakutan, kehilangan, kemarahan. Untuk Sasuke, tahap demi tahap matanya berkembang seiring trauma dan obsesi terhadap kebenaran tentang kakaknya dan klannya. Mangekyō Sharingan muncul setelah tragedi besar: matanya berevolusi ketika ia mencapai titik kehilangan dan kebencian yang dalam (hubungan dengan Itachi dan kebenaran di baliknya). Mangekyō sendiri memberi kemampuan khas seperti Amaterasu dan Susanoo, tapi dengan harga: kebutaan progresif. Di sinilah aspek klan yang tragis muncul lagi—kekuatan besar dipertukarkan dengan penderitaan.
Solusinya di dunia itu adalah transplantasi mata: Eternal Mangekyō Sharingan (EMS) didapat Sasuke setelah menerima mata Itachi, yang menghilangkan efek kebutaan dan menggabungkan kemampuan. Lalu ada langkah berikutnya: Rinnegan. Itu bukan evolusi biasa dari Sharingan; Sasuke mampu mendapatkan bentuk Rinnegan yang unik karena campur tangan Hagoromo (Sage of Six Paths) yang memberi separuh kekuatannya pada Sasuke dalam konflik besar melawan ancaman klan Ōtsutsuki. Jadi garis besarnya: akar mitologis → kebangkitan Sharingan lewat emosi/tragedi → Mangekyō melalui trauma → EMS lewat transplantasi → Rinnegan lewat campuran kekuatan legendaris. Aku selalu merasa kalau perjalanan mata Sasuke adalah metafora: kekuatan turun-temurun yang dibentuk oleh pilihan, rasa kehilangan, dan upaya untuk menyeimbangkan warisan serta keadilan.