Balas Dendam Sang Pendamping Setia
perdy
Ia berhenti sejenak, tatapannya melayang jauh ke belakang ruangan, seakan melihat bayangan yang tak kasat mata.
“Kalau kepercayaan itu dikhianati, apalagi oleh orang yang kita cintai atau hormati, kita punya dua pilihan. Menjadi sinis dan tidak percaya lagi pada siapa pun, atau belajar percaya… dengan kebijaksanaan baru.”
Seorang mahasiswa memberanikan diri bertanya, “Lalu, Miss Nayla pilih yang mana?”
Senyum Nayla kali ini lebih tulus. “Saya masih belajar memilih yang kedua. Karena hidup, termasuk bisnis, tidak bisa dijalani tanpa trust. Hanya saja, trust yang bijaksana, bukan trust yang buta.”