Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Vivian

Vivian

Sesaat memandangi Vivian, lalu membelakanginya keluar ruangan. Perawat menghampiri Vivian. Setelah mengambil makanan dari salah satu pelayan yang sedari tadi menunggu di depan pintu. "Duduklah, Nak!" Perawat mengusap punggung tangan Vivian terasa dingin. "Ikuti perintah Pangeran. Semua akan baik-baik saja," bujuknya kemudian. Vivian menyipitkan mata. "Apakah kau tahu rasanya menjadi calon Pengantin pria tua licik? Yang mampu membunuh siapa saja?"
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai amy elizabeth
Baca
+Pustaka
Camelia

Camelia

Makanya ia tidak pernah tertarik secara seksual kepada Arimbi. Rapat akhirnya selesai, dan semua rancangan Elang disetujui dengan oleh Aksa. Sebagai CEO ia harus bersikap professional. Walau dalam hati dia kesal setengah mati dengan Elang, but business is business. Ia harus bisa menempatkan diri. Saat ini ruangan meeting telah kosong. Hanya menyisakan dirinya sendiri Erlan dan juga Lia. "Dek, makan siang sama Abang yuk? Rindu kali lah Abang samamu." Dialek Sumatera Erlan terdengar aneh di telinga Aksa.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 630 kali sebagai amy elizabeth
Baca
+Pustaka
ARABELLA

ARABELLA

Bella tidak akan betah. ******************************
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai amy elizabeth
Baca
+Pustaka
Kendalikan Dirimu, Tuan Mantan!

Kendalikan Dirimu, Tuan Mantan!

Ia tidak tahan melihat kedekatan itu. Dan di saat yang sama, Elizabeth sedang berdiri di balkon apartemennya, tersenyum sambil membaca pesan dari nomor baru yang muncul di ponselnya. “Dia mulai goyah. Aku bisa membuatnya berbuat lebih jauh kalau kau mau.” Elizabeth mengetik balasan pelan, jemarinya anggun menari di atas layar. “Buat dia menyingkirkan Fiona dengan tangannya sendiri.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai amy elizabeth
Baca
+Pustaka
Gina

Gina

“Aku ingin bercerai dengan Danan, aku tidak kuat lagi, Esa…” Ucapan terakhir kakaknya ditelpon terngiang lagi, terdengar jelas seperti baru kemarin. Dadanya terasa nyeri, sakitnya luar biasa. Orang yang terakhir menggenggam tangan Gina sebelum akhirnya wanita itu pergi untuk selamanya adalah dirinya. Hanya dia. Tim medis yang telat untuk datang sehingga Gina harus rela menghembuskan napas terakhirnya terjepit diantara besi-besi keras.
102.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai amy elizabeth
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status