Gairah Teman Suamiku
"Aku tidak bisa lagi menahan ini."
Di menarik wajah Mirae ke atas, menatap mata yang berkaca-kaca. Tanpa ragu, bibirnya menempel pada bibir wanita itu. Lembut, namun penuh kerinduan. Tidak ada amarah, tidak ada kebencian. Hanya cinta yang terlarang.
Mirae terkejut sejenak, tapi tubuhnya merespons. Bibirnya membalas, gemetar, tapi penuh kejujuran. Sentuhan itu membuatnya hampir lupa cara bernapas.