Cacian Keluarga SuamiKu
“Kau janji padaku, Artha… jangan pernah tinggalkan aku.”
Tiar berdiri tak jauh dari sana. Tubuhnya gemetar, bukan karena dingin, melainkan karena beban perasaan yang menumpuk. Ia seorang lelaki yang sepanjang hidupnya jarang sekali membiarkan air mata jatuh. Namun pagi ini, untuk pertama kalinya di hadapan banyak orang, ia membiarkan air matanya menetes tanpa malu. Ia menatap putranya yang terbaring lemah, lalu mendekat, berlutut, dan menggenggam bahu Arthayasa.
Bab Populer