Oh, sejarah yang penuh perjuangan itu selalu bikin semangat. Kalo bicara novel, aku selalu mikirin 'Bumi Manusia' karya Pramoedya Ananta Toer. Kisah Minke yang melawan semua keterbatasan di era kolonial itu benar-benar nancep di hati. Perjuangannya nggak cuma fisik, tapi juga intelektual—ngasah pena melawan ketidakadilan.
Aku juga suka banget sama 'Gadis Kretek' karya Ratih Kumala. Novel ini ngangkat perjuangan perempuan di balik industri kretek, dengan segala konflik keluarga dan sosialnya. Latar tahun 60-an sampai 90-an bikin kita lihat perubahan Indonesia dari sudut yang unik. Ada perjuangan cari identitas dan kuasa yang sangat relate sama kondisi sekarang.
Buat yang lebih suka perjuangan dengan nuansa perang, 'Para Priyayi' karya Umar Kayam juga layak dilirik. Ceritanya mengikuti sebuah keluarga priyayi Jawa melalui zaman penjajahan sampai awal kemerdekaan. Perjuangannya lebih halus, tentang menjaga nilai dan martabat di tengah pergolakan politik. Akhirnya, baca novel sejarah itu kayak ngobrol langsung sama masa lalu, dan itu selalu meninggalkan sesuatu.