Dijodohin
Pintu kokoh, tinggi, berwarna coklat terbuka menapampakan gue dan sahabat gue.
Seperti yang sudah diintrokan, gue tidak boleh jalan nundukan kepala, padangan gue menatap kiri kanan menebar senyum lalu lurus ke depan menatap Mas Alvin di sana yang sama sedang tersenyum menawan menatap gue. Tatapan kami bertemu dan yang terjadi gue diam ditempat karena rasa grogi gue bertambah kali lipat, ditambah bertapa rupawannya calon suami gue.
Bab Populer