Sri Sultan
Dia berharap Mustafa bisa sadar dengan ucapan dan tersadar dari tatapan kosongnya itu.
Mustafa melangkah perlahan, kemudian memeluk Zedrich. “Aku sangat merindukanmu, Ratu,” ucap Mustafa pelan. Kini Sri Sultan tersenyum menatap Zedrich dan menciumnya.
Zedrich tidak percaya dia merasakan ciuman Mustafa yang sangat diinginkannya. “Biarkanlah dia mengira aku Zivana. Malam ini Mustafa menjadi milikku, dan aku akan mengandung anak Sultan,” batin Zedrich semakin menikmati ciuman hangat Mustafa. Apalagi semakin lama, ciuman itu semakin liar, hingga Mustafa mulai menggendongnya menuju ranjang.
الفصول الرائجة