Author Yang Bereinkarnasi Menjadi Villain
Tatapan itu, aku mengetahuinya.
Tatapan ketakutan, meremehkan, dan kemarahan.
Tatapan yang sama seperti yang kualami di kehidupan masa laluku saat orang-orang terdekatku memandang diriku remeh ketika ingin menjadi penulis.
Inilah alasan mengapa aku menyukai karakter Villain ini.
Dirinya merasakan apa yang kualami.
Dia adalah cerminan diriku sendiri.
Meskipun begitu, aku bisa merasakan salah satu tatapan yang berbeda diarahkan kepadaku.