BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN
Nek imah tersadar saat tubuhnya akan di angkat.
"Nenek..."
"Bawa ini. Kau harus nengejarnya, bunuh dia. Di kepala, berdenyut di kepala." Sebuah jarum di berikannya di tanganku.
"Nenek...!" Nek Imah kembali tak sadarkan diri. Aku menangis melihatnya, darah segar mengalir dari kepalanya. Terlihat kulit kepala Nek Imah seperti terkelupas, lehernya terdapat bekas cekikan.