Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
POEDJAN

POEDJAN

“Nina!” Nina menoleh ke belakang. Terlihat seorang anak lelaki dengan kemeja putih dan celana pendek yang senada dipadukan dengan kaos kaki putih yang menutupi betis dan sepatu pantofel hitam yang terlihat sedikit kebesaran berlari dengan dua tangkai bunga lili oranye di tangan kirinya. Masih bisa ia lihat tanah menumpuk di sekitar sepatu pantofel hitam yang mengilap itu. Dengan napas yang masih tersengal, lelaki itu berkata, “Ada Ibu tanam lili di belakang rumah. Elok sekali. Warnanya seperti sore, kau tahu? Satu, untukmu.”
105.6K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as pp oyen
Read
+Library
PEONY

PEONY

"Just for a year. Umurnya tujuh belas sebentar lagi. Dia akan dianggap dewasa secara hukum dan gue yakin dia bisa survive sendiri. Bian itu anak yang pintar. Pasti masa depannya akan cerah." "Her name is .. Bian?" "Bianca Peony." "Peony as a flower?" "Yep." Thea menarik napas panjang, seperti berusaha mengembalikan kewarasannya. "Dia ada di mobil saat ini." Deus melotot. "Dia di sini?!" "Lo bersedia bantu gue?"
1.7K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as pp oyen
Read
+Library
ZOE

ZOE

Gadis ini memang luar biasa. "Apa mereka selalu seperti ini, Zoe?" tanya Kyrene. Aku menggeleng tipis. Gadis itu menghela nafas berat, "Melihat protokol yang diterapkan The Victory, masalah ini jelas tidak main-main. Sampai kapan kau hanya menganggap alat itu hanya salah satu program Show Off La Dislav? Mereka organisasi mematikan, bukan sekadar perempuan gila seperti Sora."
106.5K viewsOngoingAdded to Library 200 Times as pp oyen
Read
+Library
PESONA

PESONA

Ayla menatap gio dengan mata berkaca-kaca tak percaya gio percaya pada omong kosong finar namun Ayla tetap mengikuti langkah besar gio dari belakang membuat finar dan mahasiswi lain nya tersenyum licik. "Saya engga nyangka kamu membohongi saya dengan mencontek saat ulangan", ucap gio menatap tajam Ayla namun kali ini Ayla berani membalas tatapan tajam itu tetapi dengan mata berkaca-kaca membuat gio merasa bersalah. "Saya engga mau membela apapun karena tadi saya sudah bilang bahwa saya tidak mencontek kalau bapak mau percaya omongan saya atau omongan finar itu pilihan bapak dan.......
1016.0K viewsOngoingAdded to Library 335 Times as pp oyen
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

0821 4545 xxxx: Arla Dahi Arla mengernyit heran. Baru jam 6 pagi. Terlalu pagi rasanya seorang penipu mengirim chat padanya. Tapi ia belum menyimpan nomor orang yang baru saja menghubunginya via chat room. Lalu sesaat kemudian, nomor yang sama mengiriminya pesan lagi. 0821 4545 xxxx: It’s me 0821 4545 xxxx: Raihan
1039.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as pp oyen
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status