AMALIA, Kesetiaanku Diragukan
goda Kanzu sambil menciumi pipi Wafa yang mulai mengatupkan kelopak matanya.
Wafa mengerjap, menyunggingkan senyum.
“Iya, maaf … aku jadi ikutan ngantuk, nih. Nanti bangunin pas azan Zuhur ya, Mas.”
Kanzu terkekeh sendiri melihat kenyataan di hadapannya. Mau memaksakan kehendak kok, rasanya enggak tega. Akhirnya, ia pun menyusul berbaring sambil memeluk pinggang istrinya. Ketiganya mulai terlelap di kamar dengan sejuknya udara AC di tengah cuaca terik siang itu.