Cinta dan Dendam
Maylin bersedekap sembari memutar bola matanya.
“Masih ada tahun berikutnya, Lin—”
“Aku. Tidak. Peduli.” Maylin menekankan setiap kosakatanya, sengaja menegaskan pada Elian kalau dia tetap akan mengikuti acara itu.
Elian mengacak rambutnya frustrasi. “Oh ayolah, masih banyak wahana perayaan Halloween lainnya yang terkenal di London. Bagaimana kalau aku mengajakmu ke The Dungeon, penjara bawah tanah? Atau kau mau dengar kisah penyiksaan dan pemenjaraan Menara berdarah di Menara London? Atau—” Elian tidak mampu melanjutkan kalimatnya ketika mendapati wajah Maylin berada tepat di depan wajahnya. Embusan napas hangat Maylin menerpa wajahnya, menyulut gairahnya menjalar ke sekujur tubuhnya.
Hot Chapters